Motor Ringsek Parah, Diperbaiki atau Beli Baru?

Suara.com Dipublikasikan 22.46, 11/12/2019 • Iwan Supriyatna
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas (Shutterstock)
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas (Shutterstock)

Suara.com - Kecelakaan saat berkendara memang bukanlah hal yang diharapkan oleh setiap orang. Tapi, kalau sudah yang namanya apes, kecelakaan tak bisa terhindarkan lagi.

Salah satu hal yang menjengkelkan adalah kerusakan yang terjadi pada kendaraan.

Kerusakan tersebut bisa jadi tergolong ringan, seperti bodi lecet, lampu pecah, footstep sedikit bengkok dan lain-lain.

Tapi bagaimana jadinya jika kerusakan tersebut tergolong parah? Apakah motor tersebut masih layak untuk diselamatkan?

Dilansir dari Visordown, begini patokan pertimbangannya.

Rangka motor keropos. (Facebook/Ryan Lapendoze‎)
  • Telanjangi motor

Motor yang telah mengalami kecelakaan parah terkadang harus diperiksa secara mendetail.

  • Periksa rangka

Rangka motor yang sudah patah atau bengkok parah tentu sudah tak layak digunakan. Hal ini dikarenakan kekokohan dari bagian tersebut sudah jauh berkurang, bahkan jika bentuknya sudah kembali seperti semula.

Belum lagi pembelian rangka biasanya tergolong ribet, mengigat di bagian tersebut terdapat nomor administrasi yang telah terdokumentasi pada dokumen kepemilikan motor.

  • Periksa mesin

Tak semua motor dibekali dengan konstruksi mesin yang kokoh. Dalam beberapa kasus, ada mesin yang pecah saat terjadi kecelakaan.

Biaya perbaikan mesin yang pecah tersebut tentu tak sedikit dan membuat orang berpikir ulang untuk memperbaiki kendaraan tersebut.

Namun biasanya ada bengkel spesialis yang menangani kerusakan parah, apalagi terkait mesin.

Itulah bagian terpenting yang menjadi penanda kelayakan motor pasca kecelakaan. Kalau biayanya perbaikannya melebihi harga beli motor, kenapa harus merogoh kocek lebih dalam?

Artikel Asli