Motor Matik Bisa Jadi Boros Bensin, Apa Penyebabnya?

Kompas.com Dipublikasikan 02.22, 10/08 • Aprida Mega Nanda
Stanly/Otomania
Berkendara motor matik

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobilitas yang tinggi khususnya di kota besar layaknya Jakarta, membuat populasi motor matik bertumbuh cukup cepat. Salah satu alasan mengapa jenis skutik lebih digemari adalah karena faktor kepraktisan dalam penggunaannya.

Meski demikian, secara perawatan motor matik juga membutuhkan perhatian khusus. Terutama di sektor komponen mesin dan sistem penggerak yang bisa mengganggu suplai tenaga. Efeknya tarikan motor menjadi berat dan berdampak buruk pada sisi konsumsi bahan bakar yang relatif lebih boros.

“Motor matik boros itu relatif, tergantung bagaimana perawatannya. Selain mesin, ada komponen lain yang menjadi faktor penyebab motor matik menjadi berat dan boros,” ujar Technical Service Divison PT Astra Honda Motor (AHM), Endro Sutarno kepada Kompas.com.

Baca juga: Hasil Klasemen MotoGP2020, Quartararo Masih Teratas, Binder Kelima

Menurut Endro, tarikan motor yang berat umumnya dikarenakan komponen yang kotor ddan terjadi keausan sehingga tidak bekerja maksimal. Mulai dari, keausan pada V-Belt dan roller yang menjadi penggerak utama di motor matik, filter udara yang kotor, busi yang sudah tidak optimal, dan kotoran karbon di blok silinder head.

Kondisi V-Belt dan roller yang sudah mengalami keausan tidak akan bekerja maksimal dalam mentransfer tenaga, hal ini serupa dengan filter udara yang kotor yang membuat suplai udara masuk ke ruang bakar tersumbat sehingga bensin lebih banyak keluar.

Baca juga: Brad Binder, Rookie Asal Afrika yang Sukses Menang di MotoGP

Busi yang sudah tidak optimal dalam memberikan percikan api juga mempengaruhi sistem pembakaran yang tidak maksimal.

“Silinder head kotor akibat banyak endapan karbon di bagian blok. Ini sangat mempengaruhi sistem pembakaran yang menjadi tidak maksimal padahal bensin keluar banyak tapi tarikan motor menjadi lebih berat. Untuk menangani kondisi tersebut, pemilik harus membersihkan blok, umumnya dilakukan saat servis besar atau maksimal satu tahun sekali,” kata Endro.

Penulis: Aprida Mega NandaEditor: Agung Kurniawan

Artikel Asli