Motif Penculikan Mantan Pacar: Diputus saat Sedang Sayang-sayangnya

Jawapos Diupdate 01.57, 12/08 • Dipublikasikan 13.48, 12/08 • Dhimas Ginanjar
Motif Penculikan Mantan Pacar: Diputus saat Sedang Sayang-sayangnya

JawaPos.com – Motif penculikan terhadap WN terkuak. Ibrahim yang tidak lain adalah mantan pacarnya dan otak penculikan mengaku sakit hati. Dia tidak terima hubungan mereka diakhiri.

Ibrahim mengaku mengenal korban empat tahun lalu. Mereka lantas berpacaran. Hubungan itu berjalan bertahun-tahun. Dia bahkan mengklaim punya rencana untuk menikahi WN. ”Lebaran kemarin rencananya saya melamar,” katanya di Polrestabes Surabaya, Selasa (11/8). Namun, keinginan tersebut kandas. WN mendadak memutuskan hubungan mereka. Padahal, saat itu dia sedang sayang-sayangnya hingga bertekad menikahi sang kekasih.

Warga Sumenep itu mengaku gelap mata menculik korban. Dia tidak pernah berpikir aksinya bakal berujung di penjara. ”Saya serius, tapi tiba-tiba diputus,” ujarnya.

Ibrahim tidak ditangkap sendiri karena penculikan itu. Polisi juga meringkus dua di antara tiga orang yang membantunya. Yakni, Hakim, 40, dan Zainudin, 30. Nama pertama merupakan kakak kandung Ibrahim. Dia mengaku kasihan melihat adiknya diputus.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menyatakan, para pelaku sudah merencanakan aksinya dengan matang. Ibrahim mengajak tiga orang untuk memuluskan rencana penculikan. Mereka membawa mobil ke tempat kerja korban.

Sudamiran menjelaskan, korban diminta masuk ke mobil setelah pulang kerja. Ibrahim membujuknya. Dalihnya ada yang mau dibicarakan. ”Di dalam mobil korban dipegangi pelaku lain. Diancam untuk tidak berteriak,” tuturnya. MQ, pelaku lain yang masih buron kemudian turun dari mobil. Dia berperan membawa motor korban.

Di dalam mobil itu korban diam-diam sempat berkomunikasi dengan keluarganya. Dia memberi tahu penculikan yang terjadi. Hingga, pelaku akhirnya tahu dan merampas ponsel yang dipakai. ”Komunikasi keluarga dan korban putus sejak saat itu,” jelasnya.

Keluarga korban lantas membuat laporan keesokan harinya. Laporan itu yang dijadikan dasar penyelidikan. Lima hari melakukan pencarian, pihaknya berhasil mengidentifikasi keberadaan korban. WN ditemukan di Sumenep. Ibrahim menitipkannya di rumah teman.

Sudamiran menerangkan, korban disekap di dalam kamar. WN dikunci dari luar. Ibrahim sesekali mendatanginya untuk memberikan makan dan minum. ”Dalam kasus ini ada empat orang yang berperan aktif,” sebutnya.

Dia menegaskan, polisi akan hadir menjawab keresahan masyarakat. Kasus penculikan itu adalah buktinya. ”Mayoritas pelakunya bisa ditangkap,” ujarnya. Dia mengimbau satu pelaku yang masih buron segera menyerahkan diri. Sebab, cepat atau lambat keberadaannya juga akan terdeteksi.

Sebagaimana diberitakan, penculikan itu dilaporkan keluarga korban Rabu (5/8). Mereka menyebut WN diculik sekelompok orang di Graha Family sehari sebelumnya sekitar pukul 16.00. Kepastian penculikan itu didasari pengakuan korban sendiri. WN sempat memberi tahu lokasi terakhirnya sebelum hilang kontak. Dia mengaku diculik. Nah, salah satu pelaku adalah Ibrahim yang pernah menjadi pacarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Asli