Momen George Floyd Terbunuh oleh Polisi di Minnesota: Pak Polisi Tolong Saya Tidak Bisa Bernapas

Tribunewow Dipublikasikan 12.04, 28/05 • anung aulia malik
Pria bernama George Floyd tewas setelah polisi menahannya di tanah sementara lutut seorang polisi lainnya menekan leher pria itu.

TRIBUNWOW.COM - Tewasnya George Floyd (46) seorang pria berkulit hitam di Minneapolis, sebuah kota di negara bagian Minnesota memicu protes besar-besaran.

Floyd sebelumnya tewas pada Senin (25/5/2020), saat dirinya mengalami sebuah kekerasan dari seorang petugas Polisi berkulit putih.

Pada video yang beredar nampak Floyd dalam posisi tertidur tengkurap dan tampak seorang Polisi menekankan lututnya ke leher Floyd.

Pria bernama George Floyd tewas setelah Polisi menahannya di tanah sementara lutut seorang Polisi lainnya menekan leher pria itu. (YouTube CBS Evening News)

Dikutip dari YouTubeCBS Evening News, Rabu (27/5/2020), saat lehernya ditekan oleh Polisi tersebut, Floyd sempat memohon kepada Polisi bahwa ia tak bisa bernapas.

"Please i can't breathe officer (pak polisi, tolong saya tidak bisa bernapas)" ucap Floyd dengan suara yang serak karena lehernya ditindih lutut Polisi tersebut.

Namun Polisi yang bersangkutan tidak menggubris permohonan Floyd.

Orang-orang yang melihat aksi tersebut, termasuk yang merekam video berulang kali turut meminta petugas Polisi agar melepaskan tindihan lututnya dari leher Floyd.

Polisi tersebut baru melepaskan tindihannya ketika tubuh Floyd sudah terkulai lemas.

Pada saat yang sama datang ambulans datang dan menandu tubuh Floyd.

Berdasarkan keterangan dari departemen pemadam kebakaran Minneapolis, para anggota medis di ambulans yang mengangkut Floyd tidak menemukan denyut jantung tanda kehidupan dari Floyd.

Floyd akhirnya diumumkan tewas saat di rumah sakit.

Dikutip daribbc.com, Kamis (28/5/2020), awalnya Floyd diamankan oleh para petugas atas tuduhan penggunaan uang palsu.

Pihak kepolisian yang saat itu berada di lapangan mengatakan pada saat para petugas berusaha mengamankan Floyd, korban melakukan perlawanan secara fisik.

Tetapi pada video yang beredar tidak diperlihatkan momen Floyd melakukan perlawanan terhadap polisi.

Picu Protes Besar

Tewasnya Floyd memicu gerakan protes atas kekerasan polisi.

Massa ramai-ramai berteriak 'Saya tidak bisa bernapas', dan 'Itu bisa saja terjadi pada saya'.

Gerakan aktivis yang memperjuangkan hak kulit hitam seperti 'Black lives matter' turut hadir dalam protes yang terjadi di depan kantor Polisi Minneapolis pada Selasa (26/5/2020) lalu.

Bahkan walikota Minneapolis Jacob Frey mengeluarkan pernyataan keras terhadap peristiwa tersebut.

Jacob mengatakan tidak seharusnya warna kulit menjadi pemicu tindak kekerasan.

"Berkulit hitam di Amerika tidak seharusnya menjadi hukuman mati," ucap Frey.

"Selama lima menit kita melihat seorang petugas Polisi berkulit putih menekan lututnya ke leher pria berkulit hitam."

"Selama lima menit," ucap Frey.

"Ketika seseorang meminta tolong, Anda seharusnya menolong mereka," sambungnya.

Lihat videonya mulai menit awal:

(TribunWow.com/Anung)

Artikel Asli