Mogok Pemain Napoli Berujung Teror Ultras terhadap Keluarga

CNN Indonesia Dipublikasikan 17.00, 13/11/2019 • CNN Indonesia

Aksi sejumlah pemain klub Liga Italia Napoli mogok latihan berujung teror ultras atau pendukung fanatik klub itu terhadap keluarga mereka di kediaman masing-masing.

Akibatnya, keluarga penggawa I Partenopei seperti Allan, Piotre Zielinski, dan Lorenzo Insigne mengungsi dari rumah mereka masing-masing. Istri dan anak-anak mereka sangat ketakutan dengan intimidasi yang dilakukan para ultras di kediaman mereka.

Istri Allan, Thais mengungkapkan di media sosial bahwa rumah mereka didobrak paksa oleh sekelompok orang yang diduga merupakan ultras Napoli.

Aksi tersebut bahkan dilakukan pada siang hari. Sang istri yang tengah hamil pun panik. Media Italia Rai News melaporkan, Thais beserta Allan dan dua anak mereka mengungsi ke hotel.

Napoli saat ditahan SPAL 1-1 di Liga Italia. (

Napoli saat ditahan SPAL 1-1 di Liga Italia. (Serena Campanni/ANSA via AP) Sama halnya dengan istri Zielinski, Laura Slowiak, terpaksa pulang ke negaranya di Polandia, sementara sang suami masih berlatih bersama timnas Polandia.

Ultras tampaknya mulai menghukum dengan cara mereka setelah aksi mogok latihan yang dilakukan sejumlah pemain Napoli. Sebelumnya para pemain ini diberi ultimatum oleh Presiden Klub Napoli, Aurelio De Laurentiis untuk kembali berlatih.

De Laurentiis juga mengancam akan melakukan tindakan hukum dan memotong gaji para pemain tersebut sebesar 25 persen apabila tidak menuruti perintahnya.

Napoli saat ini tengah terpuruk berada di posisi ketujuh Liga Italia Serie A atau berjarak 13 poin dari Juventus yang berada di puncak klasemen.

Mogok Pemain Napoli Berujung Teror Ultras terhadap Keluarga

Kemarahan De Laurentiis memuncak ketika I Partenopei dikalahkan tuan rumah AS Roma 2-1 di laga Liga Italia pada 2 November. Sang presiden pun memerintahkan pelatih tim, Carlo Ancelotti, untuk menggiring para pemainnya berlatih selama sepekan penuh.

Setelah Napoli ditahan imbang 1-1 oleh Red Bull Salzburg di Liga Champions, para pemain memilih kembali ke rumah masing-masing, bukannya ke pusat latihan Castel Volturno.

Pemain lain seperti Dries Mertens dan Jose Callejon pun mendukung sikap itu. Allan bahkan disebut-sebut berteriak memaki Edo yang juga merupakan Wakil Presiden Klub.

De Laurentiis kemudian berencana menjual para pemain Napoli yang dianggap membangkang. Ultras rupanya juga memiliki cara sendiri untuk menghukum para pemain tersebut dengan teror.

Artikel Asli