Model Seksi Curi Topi Tentara Korut dan Telanjang di Negara Kim Jong-un

SINDOnews Dipublikasikan 21.12, 19/09/2019 • Muhaimin
Model Seksi Curi Topi Tentara Korut dan Telanjang di Negara Kim Jong-un
Liziane Gutierrez, 33, model Amerika Serikat yang berpose telanjang dan mencuri topi tentara Pyongyang saat berkunjung ke Korea Utara. Foto/Pen News/Mirror

LOS ANGELES - Seorang model seksi kelahiran Brazil yang berkunjung ke Korea Utara (Korut) nekat berpose telanjang di kamar hotelnya. Dia juga mencuri topi tentara negara komunis itu untuk foto saat dirinya berada di sebuah kereta.

Model bernama Liziane Gutierrez, 33, ini tercatat sebagai warga Amerika Serikat (AS). Dia tidak mengungkap kapan kunjungan itu berlangsung dan saat ini sudah pulang ke AS dengan aman.Ketika tiba di negara komunis itu, Gutierrez dipaksa untuk berganti pakaian oleh pemandu perjalanan karena mengenakan rok bertuliskan "USA" di depan umum.

Sang model juga berpose dengan patung Kim Il-sung dan Kim Jong-il secara terpisah di sebuah monumen. Aksinya terbilang berani, karena negara itu melarang mengambil foto patung kedua mantan pemimpin Korea Utara tersebut. Kim Il-sung dan Kim Jong-il adalah kakek dan ayah dari pemimpin Korea Utara saat ini, Kim Jong-un.

Gutierrez, yang menentang larangan perjalanan yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk tujuan Korut, mengaku mabuk ketika mencuri topi tentara Korut untuk selfie. Aksinya itu terjadi di sebuah toilet di kereta.

"Kami berada di kereta, saya dan anggota kelompok lainnya, dan kami minum, dan itu seperti enam jam di kereta," katanya.

"Jadi kami minum, kami punya sebotol tequila, kami punya Jack Daniel's, kami minum bir—semua yang bisa Anda bayangkan," ujarnya.

"Saya pergi ke kamar mandi dan kemudian aku melihat pintunya terkunci, dan saya melihat topi tepat di luar," imbuh dia, seperti dikutip Mirror, Kamis (19/9/2019).

"Dan kemudian saya mengambil topi itu, lalu saya membawanya ke kabin di kereta dan saya menunjukkannya kepada orang-orang. 'Hei, lihat apa yang saya temukan. Lihat apa yang saya temukan'," paparnya.

Menurutnya, saat itu semua orang seperti mengatakan; "Anda gila. Anda tidak bisa melakukan itu."

"Dan kemudian saya hanya mengambil beberapa foto, saya membuat video dan kemudian mengembalikannya. Dia (tentara Korut) tidak melihatnya," ujarnya.

Gutierrez juga melanggar aturan di Monumen Besar Mansu Hill di Pyongyang, di mana ada patung raksasa Kim Jong-il dan Kim Il-sung. Namun, dia mengklaim tidak tahu jika ada larangan selfie dengan patung dari para pemimpin Korea Utara.

"Saya tidak tahu itu," katanya. "Saya hanya mengambil selfie, saya bahkan tidak menyadarinya," imbuh dia.

Di masa lalu, Korea Utara telah menunjukkan sedikit toleransi bagi pengunjung Barat yang berperilaku tidak pantas.

Pada 2015, mahasiswa Amerika Serikat; Otto Warmbier, ditangkap dan dipenjara setelah diduga berusaha mencuri poster propaganda Korut dari sebuah hotel tempat dia menginap. Dia jatuh koma saat menjalani hukuman kerja paksa dan meninggal dalam waktu seminggu setelah dipulangkan ke AS pada tahun 2017.

Gutierrez mengaku takut ketika pasukan penjaga perbatasan Korea Utara menuntut untuk memeriksa fotonya sebelum dia meninggalkan negara itu. "Ketika dia melihat ponsel saya, saya berkeringat," katanya.

"Saya mulai panik karena saya tidak menyadari, sampai saat itu, bahwa semua foto saya, semua yang saya lakukan akan terlihat," ujarnya.

"Saya sangat gugup karena saya bisa berakhir di penjara. Saya sangat beruntung mereka tidak memeriksa album yang berisi semua foto yang saya ambil di sana," paparnya.

Meski berasal dari Brazil, Gutierrez berstatus penduduk AS. Selama berkunjung ke Korut, dia diberi petunjuk oleh pembimbing perjalanan.

"Para pemandu itu benar-benar datang dan berbicara kepada saya, dan mereka adalah orang-orang yang sangat baik," katanya.

"Dia berkata, 'Saya tahu Anda dari Brazil dan Anda tidak tahu apa yang terjadi antara AS dan Korea Utara' dan kemudian kita harus kembali ke hotel karena saya harus berubah," imbuh dia.

Model itu menegaskan dia tidak berniat tidak sopan di negara Kim Jong-un. "Saya mencintai Korea Utara dan saya pasti akan kembali. Orang-orangnya sangat ramah, minumannya sangat murah, dan dari apa yang saya lihat di Korea Utara itu adalah negara yang sangat bagus," katanya.

Gutierrez menjadi berita utama di seluruh dunia ketika dia menuntut rapper Chris Brown atas pertengkaran di kota asalnya, Las Vegas.

Artikel Asli