Mobil Ini Parkir Berbulan-bulan di Bandara, Tagihannya Sampai Rp 10 Juta

Kompas.com Dipublikasikan 03.01, 14/12/2019 • Ari Purnomo
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Pengendara sepeda motor membayar retribusi parkir kendaraan di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (5/12).

SOLO, KOMPAS.com - Jika biasanya parkir kendaraan hanya beberapa jam saja. Meskipun sampai menginap pun hanya beberapa hari saja. Tetapi, bagaimana jadinya jika mobil atau sepeda motor parkir hingga berbulan-bulan.

Bisa dibayangkan berapa besar tagihan yang harus dibayar oleh sang pemilik kendaraan itu. Kejadian itu terjadi di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah.

Pihak bandara mendapati ada dua kendaraan yang parkir selama berbulan-bulan. Dua kendaraan itu, yakni sepeda motor dengan nomor polisi AE 2570 XQ dan mobil dengan pelat nomor B 8276 XQ.

Baca juga: Pilih Lokasi Parkir Aman Selama Musim Hujan

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Solo Abdullah Usman mengatakan, dari data yang ada motor tersebut sudah tercatat parkir lebih kurang empat bulan.

Selanjutnya, pihaknya melaporkan ke Lanud Adi Soemarmo. Tidak berselang lama, pemilik kendaraan itu akhirnya mengambil motor yang parkir.

“Kemarin sepeda motornya sudah diambil, habisnya Rp 4 juta. Sang pemilik bangkrut sehingga tidak bisa mengambil sepeda motornya,” kata Abdullah di Solo, Jumat (13/12/2019).

Baca juga: Pemotor Bisa Laporkan jika Mal Tak Sediakan Parkir

Sedangkan untuk mobil, Usman mengatakan sampai saat ini belum diambil oleh sang pemilik. Berdasarkan data parkir, diketahui bahwa mobil tersebut sudah parkir di bandara lebih kurang enam bulan.

“Saat ini tarifnya sudah sampai Rp 10 juta. Kalau dari datanya itu mobil Jakarta, ini sudah enam bulan,” katanya.

Jika tidak segera diambil, lanjutnya, tarif parkir juga akan semakin besar. “Bisa saja tarifnya seharga mobilnya. Kami sudah melaporkan kepada pihak Lanud Adi Soemarmo, takutnya itu mobil curian,” ucap dia.

Baca juga: Kereta Api Bandara Adi Soemarmo Mulai Beroperasi 20 Desember 2019

Penulis: Ari PurnomoEditor: Azwar Ferdian

Artikel Asli