Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Orang Sakit Cacar Ular Dilarang Mandi, Mitos atau Fakta?

Suara.com Dipublikasikan 09.48, 08/04 • Risna Halidi
Ilustrasi: Cacar air
Ilustrasi: Cacar air

Suara.com - Pernah mendengar orang yang sakit herpes zoster atau cacar ular dilarang mandi? Larangan tersebut sebenarnya mitos dan sangat tidak dianjurkan oleh dokter kulit. 

Seseorang yang mengalami infeksi kulit, salah satunya seperti herpes zoster, justru diimbau harus rutin menjaga kebersihan kulit agar tidak terkontaminasi dengan kuman atau bakteri lain. 

"Secara prinsip kita harus menjaga kebugaran, kesehatan, kebersihan kulit pada saat kita berpenyakit ataupun tidak berpenyakit. Itu mitos yang diturunkan kalau kena cacar air jangan mandi," kata dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Anthony Handoko saaat webinar bersama Eugenia Communication, Kamis (8/4/2021). 

Dokter Anthony menjelaskan bahwa luka akibat herpes zoster sebenarnya sudah kotor. Sehingga seharusnya terbasuh air secara rutin agar tetap bersih.

Memang tidak ada cara mandi yang spesifik untuk pasien herpes zoster. Hanya saja, pemilik klinik Pramudia itu mengingatkan agar jangan mandi menggunakan air panas.

"Tipsnya jangan mandi air panas karena itu kan lagi radang, lagi merah. Kalau pakai air panas ya makin merah, nanti bisa terjadi iritasi. Lalu kalau mandi airnya jangan langsung diguyur, kalau pakai shower dialirkan saja. Jangan digosok terlalu kencang nanti bisa pecah," tuturnya. 

Beberapa dokter biasanya akan memberikan sabun khusus dengan tingkat keasaman atau pH tertentu sehingga tidak terlalu perih jika terkena area kulit herpes, kata dokter Anthony.

Jika terdapat lentingan herpes yang pecah ketika atau sesudah mandi, menurutnya, kondisi itu hal yang wajar. Asalkan cairan yang keluar segera dibersihkan agar tidak menyebar ke area kulit lain.

"Enggak usah panik kalau lenting pecah, pasti akan diberikan terapi tropical, terapi oles. Di mana terapi itu akan mencegah terhadap infeksi sekunder pada luka yang terbuka akibat lenting yang pecah," ucapnya.

Artikel Asli