Mitos atau Fakta, Bayi Harus Minum Kopi supaya Tidak Kejang?

Popmama.com Dipublikasikan 04.00, 04/08 • Putri Syifa Nurfadilah
Pexels/Olga Mironova

Setiap orangtua tentunya ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Salah satunya adalah mencegah agar anak terhindar dari bahaya dan penyakit. Sayangnya masih banyak mitos yang berkembang dan salah kaprah yang justru bisa membahayakan si Kecil.

Apalagi orangtua baru yang kadang banyak mengakses informasi dari berbagai sumber. Kadang bahkan hanya mengandalkan ‘katanya’, tentu ini tidak boleh ya, Ma.

Salah satu mitos yang kerap dipercaya adalah memberikan kopi kepada bayi untuk mencegah kejang. Bagaimana fakta sebenarnya ketika Mama memberikan kopi kepada bayi?

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

1. Bayi belum bisa mencerna kopi

Unsplash/Marcin Jozwiak

Pada bayi terutama di bawah 6 bulan, sistem pencernaannya belum sempurna. Jika pencernaan orang dewasa terdapat enzim yang dibutuhkan untuk mencerna makanan, hal itu tersebut belum terdapat pada bayi.

Bayi baru lahir hingga berumur 3 bulan sistem pencernaan belum sekompleks orang dewasa sehingga tidak dapat mencerna kandungan karbohidrat, protein dan lemak. Oleh karenanya jika diberikan kopi maka akan langsung diserap sepenuhnya oleh tubuh bayi.

Dalam waktu 4-6 bulan, sistem pencernaan bayi semakin baik. Namun, tetap tidak bisa sembarang memberikan makanan terhadap bayi. Bahkan untuk makanan padat saja harus diberikan bertahap dengan tekstur yang sangat halus terlebih dahulu.

2. Anak usia di bawah 6 bulan sebaiknya hanya diberi ASI

freepik.com/fizel

Pada usia di bawah 6 bulan, sebaiknya Mama hanya memberikan ASI atau susu formula sesuai anjuran dokter. Mengapa harus ASI? Pada usia bayi dari baru lahir hingga 6 bulan, ASI dan air liur bayi berperan penting dalam pencernaan bayi.

Sistem pencernaan bayi akan terus berkembang sesuai tahapan usianya. Oleh karenanya, Mama wajib mengenali sistem pencernaan bayi agar dapat memberikan asupan makanan yang sesuai dengan usianya.

3. Pemberian kopi kepada bayi bisa menyebabkan infeksi

freepik.com/etajoefoto

Karena tidak adanya enzim yang mendukung pencernaan bayi, pemberian kopi kepada anak bisa menyebabkan infeksi saluran pencernaan. Ketika sudah terjadi infeksi saluran cerna bisa meningkatkan risiko kematian pada bayi.

Dikutip dari Coconut, pemberian kopi ini tidak memberi manfaat apa-apa pada bayi. Bahkan kalau bisa dihindari karena memiliki risiko kesehatan yang buruk. Pada beberapa kasus, untuk pemberian kopi pada usia balita saja bisa menyebabkan detak jantung tidak normal hingga peningkatan tekanan darah untuk jangka panjangnya. 

4. Penyebab kejang pada bayi

babyology.com.au

Kejang bisa meyerang siapa saja, tidak terkecuali bayi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kejang pada bayi. Kejang pada bayi bisa terjadi karena kelainan aktivitas sinyal listrik sehingga menyebabkan gangguan berakan, sensai, kesadaran, atau menimbulkan perilaku ganjil tanpa disadari dan tanpa bisa dikendalikan oleh tubuh bayi tersebut.

Kelainan aktivitas neurotransmitter ini bisa dipicu oleh kerusakan saraf yang bisa disebabkan oleh cedera kepala atau cacat lahir, masalah dengan keseimbangan senyawa kimia dalam otak, infeksi, hingga demam tinggi.

Adapun penyebab kejang pada bayi yakni:

  • Demam tinggi, biasanya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun.
  • Cerebral palsy atau lumpuh otak adalah penyakit yang mengakibatkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh anak.
  • Bayi prematur dan mengalami pendarahan dalam otak (intracranial haemorrhage).
  • Bayi yang memiliki kekurangan oksigen di otak (perinatal hypoxia).
  • Bayi memiliki kadar glukosa, kalsium, maupun sodium dalam darah yang rendah.
  • Anak yang memiliki meningitis (radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur).

5. Cara mencegah kejang pada bayi yang demam

wattlehealth.com.au

Paling umum dialami Mama ketika mendapati kejang pada bayi adalah saat demam. Oleh karenanya, ada beberapa hal yang bisa dialakukan untuk mengenali ciri-ciri bayi akan kejang. Mama juga bisa menerapkan beberapa cara mencegah kejang pada bayi.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut bahwa mencegah kejang demam pada anak yakni depengan berusaha menurunkan suhu tubuh apabila anak demam. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan obat penurun panas, misalnya parasetamol atau ibuprofen. Namun, hindari obat dengan bahan aktif asam asetilsalisilat karena obat tersebut dapat menyebabkan efek samping serius pada anak.

Lalu, Mama juga bisa memberikan kompres air hangat (bukan dingin) pada dahi, ketiak, dan lipatan siku juga dapat membantu.

Inilah mengapa Mama harus memiliki termometer di rumah agar bisa mengukur suhu anak secara berkala saat sedang demam. Pengukuran suhu berguna untuk menentukan apakah anak benar mengalami demam dan pada suhu berapa kejang demam timbul.

Sementara itu, pengobatan jangka panjang hanya diberikan pada sebagian kecil kejang demam dengan kondisi tertentu.

Itulah tadi fakta seputar memberikan kopi kepada bayi bisa mencegah kejang. Ternyata efek kopi ini cukup negatif ya Ma jika diberikan kepada bayi. Apalagi kondisi pencernaan bayi belum terlalu sempurna sehingga belum bisa memproses makanan dengan baik. Akibatnya, infeksi pencernaan bisa terjadi pada anak Mama. 

  • Membongkar Fakta vs Mitos Seputar Tidur Bayi, Jangan Salah Kaprah
  • 5 Mitos Seputar Vaksin yang Sering Dikhawatirkan Orangtua
  • Mitos atau Fakta, Mencukur Rambut Bayi Bikin Tumbuh Lebat
Artikel Asli