Misteri Tewasnya Editor MetroTV dengan Luka Tusuk di Pinggir Tol JORR

kumparan Dipublikasikan 01.52, 11/07/2020 • kumparanNEWS
Metro TV berduka cita atas wafatnya Yodi Prabowo, News Video Editor. Foto: Instagram/@metrotv

Yodi Prabowo, editor MetroTV ditemukan tewas di pinggir jalan Tol JORR, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Tragis, karyawan yang telah bekerja sejak 15 Desember 2015 itu ditemukan dengan luka tusuk di dada. Polisi menyebut penusukan itu dilakukan lebih dari sekali.

"Di bagian dada sebelah kiri atas. Kayanya lebih dari satu," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Irwan Susanto saat dikonfirmasi, Jumat (10/7).

Jasad Yodi ditemukan pada Jumat siang oleh sejumlah anak-anak yang ingin bermain layangan di lokasi kejadian. Mereka kemudian dikejutkan dengan keberadaan sesosok mayat.

Anak-anak itu kemudian melaporkan kepada warga sekitar. Hingga akhirnya polisi datang untuk menyelidiki kasus editor MetroTV tewas di pinggir jalan tol itu.

Ilustrasi mayat. Foto: Shutter Stock

Di lokasi kejadian polisi menemukan pisau dengan bercak darah. Diduga kuat pisau itu digunakan pelaku untuk menusuk Yodi. Tapi Irwan belum berani menyimpulkan bahwa Yodi tewas karena dibunuh hingga penyelidikan selesai.

"Kita belum bisa ngomong begitu (dibunuh). Kalau dugaan tanpa ada data. Kita memang lihat TKP, cuma kan kita belum tahu hasil forensiknya secara medis," kata Irwan.

jasad Yodi lantas dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi.

Pemeriksaan tidak hanya pada korban, dan lokasi kejadian. Polisi juga mendatangi rekan-rekan korban di MetroTV. Mereka dimintai keterangan untuk menjelaskan keseharian Yodi sebelum ditemukan tewas.

"Kita enggak kenal sama teman-teman MetroTV, ya kita jemput, mana yang penting untuk dimintai keterangan," kata Irwan.

Ilustrasi korban tewas. Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan

Hilang Beberapa Hari dan Motor yang Ditemukan Lebih Awal

Kematian Yodi Prabowo masih menjadi misteri. Pasalnya keberadaan pria itu tidak diketahui sejak Rabu (8/7).

Terakhir Yodi masuk kerja pada Selasa (7/7)saat bekerja di shift 4 dan pulang pukul 22.27 WIB.

"Setelah itu enggak masuk kerja lagi tanpa kabar, dan biasanya kalau enggak masuk selalu konfirmasi," kata Direktur Utama MetroTV Don Bosco.

Ia juga mengatakan posisi Yogi di MetroTV ialah editor yang tidak sedang menangani berita tertentu. Sehingga kabar kematiannya begitu mengejutkan.

Bukan hanya bagi rekan kerja Yodi, warga sekitar lokasi jasad ditemukan juga terkejut. Pasalnya dua hari sebelum tubuh Yodi ditemukan, warga mendapati sepeda motor asing terparkir di warung bensin.

Ilustrasi mayat. Foto: Shutter Stock

Pemilik motor Honda Beat putih itu tidak pernah datang untuk mengambil motornya. Warga pun melaporkan penemuan motor tersebut kepada polisi. Motor kemudian diamankan di Polsek Pesanggrahan.

Irwan mengatakan polisi telah mengambil tindakan sesuai prosedur saat menerima laporan keberadaan motor tersebut. Polisi menunggu pemilik melapor untuk mengambil motor. Tapi tak kunjung datang.

"Kita tetap mengamankan. Kecurigaan tetap ada. Namun, kita sudah berproses cuma enggak ada yang datang," kata Irwan.

Ilustrasi pembunuhan Foto: Muhammad Faisall/kumparan

Hingga akhirnya pemiliknya ditemukan pada Jumat (10/7) siang bersamaan dengan ditemukannya jasad Yodi.

Keberadaan motor tersebut melengkapi barang-barang berharga milik Yodi yang ditemukan di lokasi kejadian. Itu artinya jika Yodi dibunuh, pelaku tidak mengambil barang berharga miliknya.

"Kami melihat itu lengkap. Tapi sedang kami konfirmasi kalo menurut kami si lengkap karena dompet ada, handphone ada, motor ada," kata Irwan.

Sekali lagi, kalau ini pembunuhan, lantas apa motif pelaku tega menghabisi nyawa Yodi selain menguasai hartanya? Pihak MetroTV pun meminta kepolisian mengusutnya hingga tuntas

————-----------------------

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

Artikel Asli