Mirip Kita, Manusia Gua di Israel Juga Suka Makan Sumsum Tulang Hewan

Kompas.com Dipublikasikan 02.43, 14/10/2019 • Gloria Setyvani Putri
Ahli menguliti tulang hewan yang telah disimpan. Cara ini diyakini digunakan manusia purba di masa lalu untuk bisa mengonsumsi sumsum tulang.

KOMPAS.com - Para ilmuwan mengungkap kebiasaan makan manusia purba di Israel ratusan ribu tahun lalu sama seperti manusia modern.

Dalam laporan yang terbit di Jurnal Science Advances edisi 9 Oktober 2019, manusia purba yang hidup 200.000 sampai 420.000 tahun lalu juga gemar makan sumsum yang menempel di tulang hewan.

Hal ini terungkap setelah ilmuwan menganalisis spesimen tulang di gua Qesem, dekat Tel Aviv, Israel.

Ilmuwan mengidentifikasi bekas luka pada sebagian besar permukaan tulang, yang menunjukkan tanda pengawetan dan kebiasan mengonsumsi tulang tersebut tidak saat itu juga.

Baca juga: Arkeolog Israel Klaim Temukan Kota Kuno Berusia 5.000 Tahun

Dari bukti tersebut, ilmuwan menyimpulkan bahwa untuk makan sumsum hewan, mereka harus menyimpan tulang selama beberapa hari sebelum disantap.

Luka pada tulang menunjukkan, manusia purba berusaha keras mengangkat kulit hewan yang telah mengering karena tulang sudah disimpan lama.

Diberitakan BBC, Kamis (10/10/2019), bekas luka ditemukan di 78 persen pada lebih dari 80.000 spesimen tulang hewan yang dianalisis.

"Sumsum tulang merupakan sumber nutrisi yang signifikan, dan ini sudah lama tercatat dalam makanan prasejarah," ungkap Ran Barkai dari Universitas Tel Aviv di Israel.

"Sampai sekarang, bukti menunjukkan manusia mengonsumsi sumsum tulang setelah jaringan lunak dihilangkan," imbuh dia.

Profesor Jordi Rosell dari Universitat Rovira i Vargili Spanyol menerangkan, manusia purba di daerah tersebut sering berburu rusa. Daging dan lemaknya dihabiskan di tempat perburuan, yang dibawa pulang ke gua hanya tulang belulang dan tengkorak rusa.

"Kami menemukan banyak tulang kaki rusa, khususnya metapodial, yang memperlihatkan bekas pemotongan, yang tidak mewakili bekas mencabut kulit segar dari tulang dan pengambilan sumsum," katanya.

Baca juga: Patung Kepala Mini Ditemukan di Israel, Mungkinkah Rupa Raja Kuno?

Para peneliti melakukan simulasi keadaan di gua untuk memastikan sumsum tulang memang tetap dapat dimakan sampai sembilan minggu setelah binatang dibunuh.

Penulis: Gloria Setyvani PutriEditor: Gloria Setyvani Putri

Artikel Asli