Minta Maaf ke Nawawi, Mumtaz Rais Sebut Terpancing Emosi karena Lelah

Tempo.co Dipublikasikan 12.47, 15/08 • Aditya Budiman
Putra Amien Rais, Mumtaz Rais terlibat adu argumen dengan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pamolango dalam penerbangan GA 643 Rute Gorontalo - Makassar - Jakarta pada Rabu, 13 Agustus 2020. Keributan ini bermula saat Mumtaz mengabaikan peringatan awak kabin untuk berhenti menggunakan ponselnya saat pesawat tengah mengisi bahan bakar, yang akhirnya Nawawi ikut mengingatkan mantan anggota DPR tersebut. Instagram
Putra politikus senior PAN Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais, meminta maaf perihal keributannya dengan Komisioner KPK Nawawi Pomolango.

TEMPO.CO, Jakarta - Putra politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais, meminta maaf perihal keributannya dengan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango di dalam kabin pesawat Garuda rute Gorontalo-Makassar-Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2020.

"Saya mengaku khilaf dan telah melakukan tindakan yang tidak sepantasnya," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 Agustus 2020.

Mumtaz Rais menuturkan saat itu berada dalam kondisi lelah sehingga emosinya terpancing saat Nawawi menegur karena menggunakan telepon genggam. "Tindakan itu tidak dapat dibenarkan dan saya meminta maaf sebesar-besarnya," tuturnya.

Ia mengakui jika tindakannya itu sesuatu yang tidak pantas. Mumtaz juga meminta maaf pada seluruh awak kabin Garuda Indonesia dan masyarakat. "Saya menyadari tindakan saya telah menjadi contoh yang tidak baik," katanya.

Insiden bermula saat pesawat terbang mengisi bahan bakar ketika transit di Makassar. Pramugari sudah mengingatkan beberapa kali secara langsung ataupun secara umum melalui pengeras suara agar kepada para penumpang tidak berjalan serta tidak menggunakan alat komunikasi dan seterusnya.

Nawawi saat itu melihat Mumtaz tidak mengindahkan imbauan pramugari hingga tiga kali karena masih terus berbicara melalui telepon seluler, sementara Nawawi melihat dari jendela di samping tempat duduknya ada kendaraan pengisi bahan bakar di sekitar pesawat.

Oleh karena itu, dengan pertimbangan keselamatan seluruh penumpang, Nawawi mengingatkan kepada yang bersangkutan untuk mematuhi aturan yang berlaku di penerbangan. Namun Mumtaz tidak terima dan akhirnya adu mulut di antara keduanya terjadi.

AHMAD FAIZ

Artikel Asli