Milan vs Inter: Kala Conte Mengakui Eksistensi Marco Giampaolo

kumparan Dipublikasikan 10.21, 21/09/2019 • Billi Pasha Hermani
Pelatih Inter, Antonio Conte, dalam pertandingan menghadapi Udinese. Foto: Reuters/Daniele Mascolo

Inter Milan tampil meyakinkan sejauh ini. Mereka menjadi satu-satunya kontestan Serie A yang berhasil mengemas catatan 100% di musim ini.

Yah, meski Inter baru saja menahan hasil negatif di Liga Champions pekan lalu saat ditahan imbang Slavia Praha 1-1. Tapi tetap saja, performa mereka masih lebih ajeg ketimbang calon lawan mereka pada Minggu (22/9/2019) dini hari WIB, AC Milan.

Rival sekotanya itu baru mengemas sepasang kemenangan. Menjadi lebih buruk karena Milan baru mengemas 2 gol sejauh ini, kalah jauh dari Inter yang sudah mengumpulkan 7 gol.

Inkonsistensi yang dialami Milan itu tak kemudian membuat Antonio Conte jemawa. Ia menganggap bahwa apa yang sudah dilakukan oleh Marco Giampaolo bersama Rossoneri itu layak diapresiasi.

Lagipula, pelatih kelahiran Swiss itu punya rekam jejak yang serupa dengannya, yakni sama-sama mengawali karier di klub-klub kecil.

"Giampaolo memulai kariernya dengan klub yang mentas di liga bawah, seperti yang kulakukan. Kami masing-masing memiliki jalannya sendiri dan dia layak mendapatkan kesempatan besar ini," kata Conte dilansir Football Italia.

Pelatih Milan, Marco Giampaolo, pada pertandingan menghadapi Udinese. Foto: AFP/Miguel Medina

Pujian untuk Giampaolo tak mengherankan, sih. Sepuluh tahun, Fabio Capello pernah memujinya. Padahal, saat itu Giampaolo baru membesut tim sekelas Siena.

Hingga musim lalu jadi pencapaian terbaik Giampaolo sebagai pelatih. Ia berhasil membawa Sampdoria finis di klasemen akhir Serie A --sekaligus jadi torehan tertinggi klub sejak 2009/10.

"Dia sudah siap dan terobsesi dengan sepak bola seperti saya, jadi saya mengapresiasinya. Kami selalu bermain untuk menang, tetapi setiap laga memiliki 'jebakannya' masing-masing," lanjut Conte.

Betul kata Conte, bahwa setiap pertandingan punya muslihatnya sendiri-sendiri. Lebih-lebih lagi laga derbi. Nah, secara performa dan konsistensi permainan, Inter memang lebih diunggulkan dalam duel dini nanti.

Milan vs Inter. Foto: REUTERS/Daniele Mascolo

Di sisi lain, para penggawa Milan punya masa rehat yang lebih panjang --karena absen dalam turnamen Eropa di musim ini. Jangan lupakan juga kalau Alessio Romagnoli dan kawan-kawan punya catatan mentereng saat bertindak sebagai tuan rumah dalam Derby della Madonnina.

Mereka cuma sekali takluk dalam lima perjumpaan termutakhir di lintas ajang. Sementara dua lainnya berakhir dengan kemenangan dan dua sisanya berujung imbang.

Artikel Asli