Mewakili Gilang "Bungkus", Keluarga Meminta Maaf kepada Publik

IDN Times Dipublikasikan 09.33, 05/08 • Fitria Madia
Mewakili Gilang "Bungkus", Keluarga Meminta Maaf kepada Publik

Surabaya, IDN Times - Pihak keluarga mewakili Gilang, terduga pelaku pelecehan seksual di kasus fetish kain jarik, meminta maaf kepada publik dan pihak Universitas Airlangga atas kontroversi kasus yang terjadi belakangan ini.

Pihak keluarga juga memberikan klarifikasi untuk melengkapi keterangan kasus Gilang.

1. Unair rapat virtual dengan keluarga Gilang

Mewakili Gilang

Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Budaya Unair, Puji Karyanto, menyampaikan bahwa sebenarnya mereka menjadwalkan pertemuan virtual dengan Gilang untuk mengklarifikasi tuduhan-tuduhan yang beredar. Namun sampai saat ini, Gilang masih belum bisa ditemui oleh pihak kampus.

"Fakultas itu mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan apa yang menjadi kekhawatiran publik. Keinginan kami bertemu langsung dengan mahasiswa kami. Ternyata sampai kemarin tidak bisa dan hanya diwakili oleh ibu dan kakaknya," ujar Puji saat dihubungi IDN Times, Selasa (4/8/2020).

2. Rapat untuk mengumpulkan pertimbangan sanksi bagi Gilang

Mewakili Gilang

Lebih lanjut, Puji pun meminta keluarga Gilang untuk kooperatif dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan kampus serta memberikan penjelasan ke publik terhadap tindakan Gilang. Nantinya, jawaban mereka akan digunakan dalam pertimbangan Komite Etik untuk usulan sanksi bagi Gilang.

"Kami mengapresiasi bahwa keluarga mau mewakili Gilang hadir dalam rapat itu sehingga kami relatif terlengkapi bahannya untuk menentukan sikap selanjutnya," tuturnya.

3. Keluarga mengklarifikasi dan minta maaf

Mewakili Gilang

Selain itu, pihak keluarga meminta maaf dan menyesali tindakan Gilang yang membuat publik heboh. Namun, Puji tak menjabarkan lebih lanjut penjelasan keluarga Gilang terhadap apa yang telah dilakukan oleh Gilang hingga membuat sejumlah pihak mengaku trauma.

"Pada dasarnya mereka juga sama dengan kami, menyesalkan terkait apa yang membuat riuh rendah di masyarakat," ungkapnya.

4. Gilang saat ini tidak di Surabaya

Mewakili Gilang

Selain itu, sebenarnya pihak kampus telah mengetahui keberadaan Gilang. Ia berada di kampung halamannya, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Namun, Puji mengatakan bahwa kampus tidak memiliki kewenangan untuk menjemput paksa mahasiswa jurusan Sastra Indonesia tersebut.

"Kami tidak punya hak untuk memanggil paksa, kami bukan aparat penegak hukum seperti jaksa dan polisi. Kampus itu fokusnya pada pelanggaran akademik dan pelanggaran etika di kampus. Kalau pelanggaran pidana, itu domain-nya polisi," pungkasnya.

Artikel Asli