Mesut Ozil Beberkan Alasan Tolak Potong Gaji di Arsenal

Bolalob Diupdate 12.22, 13/08 • Dipublikasikan 12.30, 13/08 • Rizka Perdana Putra

Mesut Ozil menjadi salah satu pemain yang menolak kebijakan pemotongan gaji di Arsenal. Gelandang serang berusia 31 tahun itu merasa kebijakan tersebut diambil manajemen Arsenal secara tergesa-gesa tanpa berdiskusi dengan pemain.

Hal itu diungkapkan Ozil dalam wawancara eksklusif dengan David Ornstein di The Athletic.

Menurut Ozil, seluruh pemain -termasuk dirinya- tentu ingin memberikan kontribusi di saat sulit karena pandemi. Pemain bisa saja setuju dengan kebijakan klub untuk menunda atau bahkan memotong gaji. Akan tetapi, sebelum memberikan persetujuan, pemain harus mendapat penjelasan lebih dulu dari klub.

“Setiap orang yang berada di situasi ini tentu punya hak untuk mengetahui apapun, supaya kami tahu bagaimana semua ini bisa terjadi dan kemana uang itu pergi,” kata Ozil.

“Tapi kami (pemain Arsenal) tidak mendapat detail yang cukup, kami hanya diminta untuk memberikan keputusan. Padahal, saat itu ada banyak sekali tekanan dan keputusan itu terlalu cepat untuk suatu hal yang begitu penting,” beber pemilik 90 caps bersama Timnas Jerman itu..

Karena itu, Ozil menganggap klub telah berlaku tidak adil, dan karena itu pula pemain keturunan Turki itu menolak kebijakan klub untuk memotong gaji pemain. Sejak bulan April lalu Arsenal telah memotong gaji pemain sebesar 12,5%.

Isu soal potong gaji itu kembali mencuat pekan lalu setelah Arsenal mengumumkan akan mem-PHK 55 pegawainya. Kebijakan itu kabarnya menyulut kemarahan beberapa pemain. Sebab, sebelumnya pemain mengira kalau pemotongan gaji yang dilakukan klub adalah untuk menyelamatkan nasib karyawan di Arsenal.

Bukan Hanya Ozil Menolak Potong Gaji di Arsenal

Lebih lanjut, Ozil merasa ada pihak-pihak yang berusaha membuatnya tidak bahagia di Arsenal. Soal penolakan potong gaji misalnya, Ozil merasa hanya dirinya yang menjadi sorotan. Padahal, ada dua pemain Arsenal lain yang ikut menolak.

“Sejauh yang saya ketahui, saya bukanlah satu-satunya pemain yang menolak pemotongan gaji, tetapi hanya nama saya yang keluar (di pemberitaan).” 

“Saya rasa itu karena (yang menolak adalah) saya dan orang-orang yang selama dua tahun terakhir berusaha menghancurkan saya, membuat saya tidak bahagia. Mereka membuat rencana supaya suporter menentang saya dan memberikan gambaran yang tidak benar.”

“Mungkin keputusan itu (menolak potong gaji) mempengaruhi peluang saya untuk tampil di lapangan, saya tidak tahu (kebenarannya). Tapi saya tidak takut untuk membela apa yang saya rasa benar,” tandasnya.