Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Kompas.com Dipublikasikan 09.27, 11/08/2020 • Kontributor Pangandaran, Candra Nugraha
KOMPAS.COM/CANDRA NUGRAHA
GM dan ibunya menunjukkan surat pemanggilan dari penyidik Polda Jawa Barat, di Ciamis, Selasa (11/8/2020).

CIAMIS, KOMPAS.com - Seorang anggota DPRD Kabupaten Ciamis berinisal Su melaporkan anak gadisnya, GM (26) ke Polda Jawa Barat. GM dituding telah menghina bapaknya di akun Facebook miliknya.

GM dilaporkan ayahnya pada 13 April 2020. Selasa lalu (4/8/2020), GM telah menjalani penyelidikan di Mapolda Jabar.

Usut punya usut, kasus ini merupakan buntut dari permasalahan Su dengan mantan istrinya, Se, yang merupakan ibu kandung GM.

Baca juga: Pasien Corona Meninggal di RSUD Ciamis, Masuk IGD Di-Screening Ketat

 

Keduanya pernah saling melapor ke Polres Ciamis atas tuduhan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pada Januari 2020.

"Kasus ini buntut permasalahan antara orangtuanya (GM) kemarin," kata kuasa hukum GM, Bambang Lesmana saat ditemui di Ciamis, Selasa (11/8/2020).

Bambang menyayangkan Su melaporkan GM yang merupakan anak gadisnya sendiri. Dia mengaku kaget, seorang bapak tega melaporkan anaknya ke polisi.

"Apa sudah dipikir, anak ini punya masa depan, apalagi gadis. Jika berlanjut bisa dihukum, kalau terbukti ya," jelas Bambang.

Baca juga: Sebelum Meninggal di Ciamis, Pasien Corona Sempat ke Pasar Tanah Abang

Dia melanjutkan, seharusnya Su mencari tahu kenapa anaknya menghinanya di media sosial. Caranya bisa memanggil lalu menasihati dan minta anak untuk minta maaf kepada Su.

"Kenapa anak berani seperti itu, orang tua harus introspeksi. Ada kekecewaan anak kepada orangtua," jelasnya.

Bambang meminta jangan membawa-bawa anak ke dalam permasalahan orangtua.

"Jangan bawa-bawa anak ke ranah hukum. Kasihan. Anak punya masa depan," ucapnya.

Baca juga: Alasan Ibu Laporkan Anak ke Polisi, Sering Jual Barang Toko untuk Beli Narkoba

 

Postingan berisi makian

Sementara GM didampingi ibunya, Se menjelaskan, ia dilaporkan karena dianggap mencemarkan nama baik atau menghina bapaknya di media sosial.

Dia memposting kata-kata berisi makian untuk bapaknya pada Maret 2020.

"Postingan sudah saya hapus seminggu setelah diposting. Atas permintaan ibu," kata GM.

Dia mengakui memposting kata kasar di Facebook. Namun GM punya alasan.

"Karena saya kesal, bapak bersikap kasar ke ibu, bapak lebih memilih wanita lain," ujarnya.

Gara-gara istri siri

Alasan lainnya, tambah GM, ia dan ibunya pernah diturunkan paksa oleh Su di pinggir jalan di daerah Garut saat perjalanan dari Bandung ke Ciamis.

Saat itu, GM dan ibunya mau melabrak seorang perempuan yang diduga istri siri Su di Bandung.

"Saat pulang ke Ciamis, kami semobil. Di dalam perjalanan itu terjadi perdebatan, adu mulut, hingga saya dan ibu diturunkan tengah malam di daerah Garut," ucap GM.

Su belum bersedia komentar

Kini, GM kaget karena dilaporkan bapaknya atas dugaan penghinaan di media sosial. Dia mengaku sedih karena bapaknya tega berbuat seperti itu kepadanya.

"Sedih dilaporin sama bapak sendiri," ujarnya.

Saat ini, GM sudah memenuhi panggilan penyidik Polda Jabar sebanyak dua kali. Dia berharap, bapaknya mencabut laporan tersebut.

Sementara itu, Su tidak berkenan saat hendak dikonfirmasi melalui sambungan telepon. Dia hanya membalas pesan WhatsApp yang dikirim Kompas.com.

"Maaf, Mas," tulisnya.

Penulis: Kontributor Pangandaran, Candra NugrahaEditor: Aprillia Ika

Artikel Asli