Merasa Dicurangi di SEA Games, Malaysia Protes Medali Emasnya Ditarik

INDOSPORT.com Diupdate 08.36, 09/12/2019 • Dipublikasikan 08.54, 09/12/2019 • Penulis: Fuad Noor Rahardyan | Editor: Isman Fadil

INDOSPORT.COM – Chief de Mission Malaysia di SEA Games 2019, Datuk Megat Zulkarnain Omandin, melayangkan protes resmi usai satu medali emas Negeri Jiran atas nama Izzah Amzan dari cabang senam ritmis dicabut, Sabtu (7/12/19) kemarin.

“Saya sedih dan kecewa. Berdasarkan buku aturan SEA Games, dua pesenam bisa sama-sama mendapatkan medali emas jika poinnya sama. Lebih lagi, pencabutan ini dilakukan usai seremoni penyerahan medali,” ucap Omandin dilansir dari The Star.

“Kami protes agar panitia menuruti aturan SEA Games. Namun, mereka malah ingin menggantinya sesuai aturan FIG (induk federasi senam dunia). Jika tak digubris, kami akan melapor ke Federasi SEA Games,” lanjutnya.

Pada mulanya, Izzah Amzan dan Koi Sie Yan mendapatkan medali emas di cabang senam ritmis nomor women ribbon. Keduanya mengumpulkan poin yang sama, yakni 15.200, dan sama-sama berhak mendapatkan emas.

Pada prosesi pengalungan medali, kedua atlet Malaysia itu sama-sama diberikan medali emas. Namun, dua hari kemudian, medali atas nama Izzah Amzan dibatalkan. Situs resmi SEA Games menuliskan bahwa Amzan harus puas dengan medali perak.

Lebih dari itu, pencopotan medali emas Amzan dilakukan sepihak. Datuk Megat Zulkarnain Omandin sendiri merasa tidak masalah jika Amzan meraih perak. Namun, hal itu harus diinformasikan sebelum pengalungan medali.

“Kejadian ini adalah manipulasi yang dilakukan delegasi teknis FIG asal Rusia. Saya merasa menyesal dan simpati kepada para atlet dan tim senam. Mereka tidak pantas diperlakukan seperti ini,” ucap Omandin.

Medali emas Izzah Amzan sendiri adalah yang ke-41 untuk Malaysia di SEA Games 2019. Namun, pencopotan itu membuat torehan Negeri Jiran berkurang satu. Hingga Senin (9/12/19) sore, Malaysia masih menempati urutan kelima dengan 45 medali emas.

Artikel Asli