Menyambangi Megahnya Rumah Tjong A Fie di Medan

kumparan Dipublikasikan 01.53, 17/10/2019 • Helinsa Rasputri
Rumah ini dulunya didiami oleh Tjong A Fie bersama dengan anak-anak dan istrinya Foto: Helinsa Rasputri/kumparan

Memadukan gaya Melayu, Art Deco, dan China, Tjong A Fie Mansion atau yang lebih dikenal sebagai rumah Tjong A Fie telah sejak lama menjadi destinasi wisata, museum, serta cagar budaya di Medan. Bangunan ini menyimpan beragam cerita, tak hanya tentang Tjong A Fie saja, tetapi juga perkembangan Kota Medan.

Tjong A Fie merantau ke Medan mengikuti sang kakak ketika ia masih berusia 18 tahun. Ia memulai kariernya sebagai pekerja di kebun milik Kesultanan Deli. Namun karena giat bekerja, ia kemudian menjadi orang yang dipercaya dan perlahan-lahan membangun perkebunannya sendiri sehingga jadi 'orang besar'.

Ruang lantai dua di rumah Tjong A Fie memiliki gaya yang khas dengan banyak jendela Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Tampak depan rumah Tjong A Fie lengkap dengan tamannya Foto: Helinsa Rasputri/kumparan

Rumah Tjong A Fie memiliki dua lantai dengan jumlah kamar mencapai 35 ruangan. Dibangun pada tahun 1895, Rumah Tjong A Fie selesai pada tahun 1900. Bangunan ini berdiri di atas area seluas 8 ribu meter persegi.

Rumah ini ia bangun untuk istri tercintanya dan kemudian dihuni bersama dengan keluarganya. Namun seiring waktu, satu demi satu anak dan cucu Tjong A Fie tak lagi menempati rumah tersebut. Meskipun beberapa bagian rumah masih ditempati oleh keturunannya. Dan tentunya ruangan tersebut tak bisa kamu sambangi karena bukan termasuk bagian dari museum.

Ruang tamu khusus milik Tjong A Fie yang didesain bergaya Melayu untuk menjamu Kesultanan Deli Foto: Helinsa Rasputri/kumparan

Tjong A Fie bukan hanya dikenal sebagai konglomerat yang dermawan. Ia juga akrab dengan berbagai pemimpin di Medan yang berasal dari berbagai latar belakang.

Untuk menghormati setiap tamunya, ia bahkan membuat ruang tamu khusus. Ada ruang tamu bergaya melayu bagi tamu-tamu pribumi terutama yang datang dari Kesultanan Deli. Ada ruang tamu bergaya China dan ada pula ruang tamu bergaya Eropa untuk menjamu tamu-tamu kolonial.

Kamar tidur yang dulunya ditempati oleh Tjong A Fie bersama sang istri Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Kamar tidur milik cucu Tjong A Fie Foto: Helinsa Rasputri/kumparan

Kediaman Tjong A Fie di Medan tersebut menyimpan beragam kenangan pribadi beliau. Berkunjung ke tempat ini akan seakan membawamu balik ke tahun 1900-an.

Kamu tak hanya bisa melihat sendiri kasur dan pispot yang ia gunakan semasa hidup. Tetapi juga pakaian-pakaian sang istri yang dipajang dengan apik di dalam kamar.

Meja panjang di rumah Tjong A Fie ini dihiasi dengan peralatan makan keramik yang berasal dari China Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Teko minum, timbangan, rantang, dan beragam peralatan makan yang dulu sempat digunakan keluarga Tjong A Fie Foto: Helinsa Rasputri/kumparan

Di dalam rumah Tjong A Fie, kamu akan menemukan sebuah ruangan yang berisi peralatan makan, salah satunya yang berasal dari keramik. Peralatan makan ini ditata dengan rapi di atas meja, seakan menjadi jamuan penyambut bagi setiap pengunjung yang datang.

Salah seorang pengunjung tengah memperhatikan foto keluarga milik Tjong A Fie Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Sepanjang mata memandang, memori Tjong A Fie dan keluarganya tercinta menghiasi rumah ini Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Salah satu ruangan dalam rumah Tjong A Fie yang berisi foto-foto keluarga Tjong A Fie Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Potret salah seorang anak Tjong A Fie yang menikah dengan WNA asal Eropa bersama dengan cucu-cucunya Foto: Helinsa Rasputri/kumparan

Sepanjang mata memandang, kamu akan menemukan beragam foto, lukisan dan berbagai peninggalan Tjong A Fie lainnya yang memperlihatkan keluarga sang konglomerat saat berada di Medan. Kamu juga bisa melihat langsung foto-foto masa lampau Kota Medan saat kota itu belum jadi semaju sekarang.

Meja baca Tjong A Fie lengkap dengan teko teh dan sempoa untuk melakukan penghitungan pada bisnisnya Foto: Helinsa Rasputri/kumparan

Sebagai seorang pebisnis, Tjong A Fie tentu saja membutuhkan waktu khusus untuk mengecek keuangan dan bisnisnya. Di sebuah meja khusus dalam rumahnya, kamu bisa menemukan buku, sempoa, dan juga teko teh untuk menemani kesehariannya.

Tjong A Fie adalah konglomerat yang juga pemilik bank pertama di Medan Foto: Helinsa Rasputri/kumparan

Tjong A Fie dikenal rajin memberi kaum tak punya dan juga membantu orang-orang sekitar ketika hendak membangun rumah ibadah maupun infrastruktur kota.

Salah satu ruang tamu dalam rumah Tjong A Fie. Foto: Helinsa Rasputri/kumparan

Rumah Tjong A Fie dibuka untuk umum sejak tahun 2009. Kamu yang ingin berkunjung cukup merogoh kocek sekitar Rp 35 ribu per orang. Bagi para pelajar, tiket masuk rumah Tjong A Fie hanya dibanderol sekitar Rp 20 ribu saja per orang.

Uang tersebut digunakan untuk membiayai perawatan dan pemeliharaan rumah Tjong A Fie. Gimana, kamu tertarik menyambangi destinasi ini saat melancong ke Medan?

Artikel Asli