Menutup Milan Fashion Week dengan Kontroversi, Ini 5 Fakta di Balik Show Gucci Spring/Summer 2020!

The Shonet Dipublikasikan 05.04, 24/09/2019 • THE SHONET Luxury
Menutup Milan Fashion Week dengan Kontroversi, Ini 5 Fakta di Balik Show Gucci Spring/Summer 2020!

Show koleksi Gucci yang dirancang oleh Alessandro Michele untuk musim depan ternyata menuai banyak kontroversi. Show kali itu sekaligus menutup jalannya Milan Fashion Week tahun ini, dan berujung dengan aksi protes oleh banyak kalangan termasuk model karena koleksi sang desainer dinilai menyinggung masalah kesehatan mental. Selain itu, pada koleksi kali ini Alessandro Michele yang mengambil kendali terhadap koleksi Gucci sejak tahun 2015 memberikan banyak inovasi sehingga koleksi Gucci kali ini sangat berbeda dibandingkan koleksi sebelumnya. The Shonet Luxury akan membahas 5 fakta di balik jalannya show koleksi Gucci yang menuai banyak kontroversi berikut ini.

1. Menyinggung Masalah Kesehatan Mental

GUCCI SS 2020 / GORUNWAY / VOGUE

Pada awal dari jalannya show tersebut, tampak model tampil dengan busana berwarna putih pucat. Pada conveyor belt yang berjalan dan juga makeup yang pucat, para pakar mode sekaligus pakar kesehatan mental menilai bahwa Gucci kali ini sangat tidak sensitif karena mengeluarkan koleksi bertema utilitarian style berpotongan straitjacket dan tanpa alas kaki seperti pakaian para pasien di rumah sakit jiwa. Bukan kali ini saja rumah mode asal Italia tersebut diterpa oleh isu kontroversi. Sebelumnya, Gucci sempat dikaitkan oleh isu rasisme lewat koleksi yang dikeluarkannya karena koleksi balaclava musim lalu dinilai sangat menyinggung orang berkulit hitam.

2. Diprotes Oleh Model

GUCCI SS 2020 / GORUNWAY / VOGUE

Tak disangka, model sekaligus artis bernama Ayesha Tan Jones tampil menyuarakan pendapatnya untuk mengkritisi koleksi Gucci yang ia bawakan saat itu. Dengan busana berpotongan jumpsuit berwarna putih, ia menuliskan kalimat “Mental Health” di tangan kanannya dan “Is Not Fashion” di tangan kirinya. Hal tersebut diyakini bukanlah sebuah rekayasa karena Ayesha turut mengungkapkan keluh kesahnya pada laman Instagram miliknya. Ia menyatakan bahwa masih banyak orang yang mengira bahwa kesehatan mental bukan suatu gangguan kesehatan karena hal tersebut merupakan hal abstrak yang tidak bisa dilihat. Sebagai bukti dari tanggung jawab, Alessandro menyatakan bahwa koleksi pembukanya kali ini tidak akan dijual.

3. Memulai Inovasi Baru, Apakah DNA Gucci Akan Berubah?

GUCCI SS 2020 / GORUNWAY / VOGUE

Setelah para model menampilkan koleksi bergaya utilitarian yang kontroversial tersebut, show beranjak menjadi penuh semangat. Para model keluar dari backstage dengan koleksi penuh warna seperti neon dan juga penuh motif. Namun, tak disangka bahwa kali ini koleksi Gucci sangat berbeda dengan koleksi sebelumnya. Mengutip dari wawancara Alessandro Michele bersama WWD, ia menyatakan bahwa bukan kali ini saja dia ingin mengubah arahan dari koleksi yang dia usung. Bukan karena bosan, namun Michele ingin menjadikan para pecinta koleksinya merasakan suatu nilai jatuh cinta yang baru melalui rancangannya di kemudian hari.

4. Koleksi Terseksi dari Alessandro Michele

GUCCI SS 2020 / GORUNWAY / VOGUE

Dari 89 koleksi yang tersisa dalam balutan tema orgasmique ditampilkan sebagai respon terhadap prolog show kali ini. Koleksi terseksi kali ini ditampilkan oleh Michele untuk menandakan hadirnya estetika Gucci baru melalui para model yang menanggalkan gaya quirky dan geeky, menjadi gaya sultrier silhouettes dengan detail-detail kinky. Berbeda dengan penampilan pembukanya, koleksi ini menyajikan fashion sebagai suatu cara yang memungkinkan orang untuk berjalan melalui banyak kemungkinan, menanamkan keindahan, menghormati keanekaragaman, dan merayakan keunikan diri melalui ekspresi serta identitas setinggi-tingginya.

5. Desain Monokromatik Pada Area Runway

GUCCI SS 2020 / GORUNWAY / VOGUE

Berlokasi di Gucci Hub di kota Milan, show kali ini sangatlah berbeda dengan show musim lalu yang digelar begitu spektakuler dengan hiasan 120.000 lampu LED. Kali ini, lokasi berlangsungnya presentasi sedikit lebih sederhana dengan jumlah audiens yang juga terbatas. Set pertunjukan di desain serba putih monastik, bertempat di dalam kotak monokromatik yang ramping seperti tempat ibadah. Lengkungan seperti di gereja yang dilapisi dengan daun jendela listrik, memperlihatkan model-model yang bergerak melalui ruang kursi berlapis logam seperti ruang keberangkatan di bandara. Pada pertunjukan pertamanya, conveyor belt dibiarkan berjalan sehingga para model hanya diam dan berdiri. Namun, pada penampilan kedua, show dibiarkan hidup dengan lantunan musik yang lebih hype dan permainan lampu lebih menyala.

Itulah 5 fakta di balik fashion show Gucci Spring/Summer 2020 yang penuh kontroversi.

Artikel Asli