Menurut Medis, 'Bad Mood' Bisa Diobati dengan Ngobrol Sama Orang yang Nggak Kita Kenal

Provoke-online.com Dipublikasikan 08.19, 18/11/2019
talking_to_strangers_can_make_you_happier1.jpg

Waow, kok bisa?

Lo pernah inget sama pesen orang tua nggak, salah satunya adalah beberapa dari lo dilarang keras buat ngomong sama orang yang nggak kita kenal. Nah, pernah dinasehatin gitu nggak waktu masih keci? Coba lo inget lagi deh.

Nah, tapi nihhh ternyata, menurut medis rupanya ngobrol sama orang yang nggak kita kenal tuh ada manfaat baiknya! Woah, apaan tuh? Dikutip dari NPR, Psikolog Elizabeth Dunn dari University of British Columbia dan rekannya yakni Gillian M. Sandstrom, menguji sebuah teori untuk penelitian mereka. Penelitian mereka ini merupakan eksperimen untuk buktiin apakah ngobrol sama orang yang dikenal itu bisa bikin mood seseorang berubah. 

Eksperimen ini dilakukan oleh dua penelitia ini dengan cara sederhana yakni mengajak partisipan untuk beli minum di coffee shop. Beberapa partisipan diminta untuk langsung keluar kafe setelah beli, ada juga yang diminta ngobrol dulu sama kasirnya. Setelah itu, Dunn dan Sandstrom melakukan analisis secara psikologis perbedaan dari mood partisipan yang melakukan interaksi sosial dengan kasir dan yang nggak melakukan interaksi sosial alias habis beli langsung cabut pergi. 

"Kami menemukan sebuah hasil bahwa partisipan yang melakukan interaksi sosial rupanya keluar dari coffee shop dengan perasaan yang lebih bahagia," ujar Dunn, dikutip dari NPR. Dunn juga menambahkan bahwa partisipan yang berintaksi sosial juga merasakan hubungan yang lebih erat dengan lingkungan sekitarnya.

Namun sedihnya nih, di masyarakat luas masih ada rasa ragu-ragu untuk berinteraksi sosial, nih. Alasannya bukan karena orang tersebut jual mahal nggak suka ngobrol, tapi takut lawan bicaranya nggak suka diajak ngobrol dan bikin ilfeel. Hal ini dibuktikan dengan penelitian dari Nicholas Epley, pakar perilaku dari University of Chicago.

Dikutip dari NPR, penelitian dan eksperimen Epley nggak beda jauh dengan Dunn dan Sandstrom. Epley melakukan eksperimen ke penumpang kereta dan bus, partisipan sebagian diminta untuk saling interaksi dengan sekitarnya namun sebagiannya diminta tidak melakukan interaksi sosial. Hasilnya? Orang-orang yang berinteksi dengan penumpang lainnya merasakan mood yang lebih baik di sepanjang perjalanan. Kondisi bahagia dan mood yang baik ini tetep dirasakan walaupun lawan bicara yang diajak ngobrol lebih pengen sendirian kayak baca buku atau dengerin musik. 

Well, kalau udah tahu begini, jangan lupa ajak ngobrol orang di sekitar lo, ya! Siapa tahu, lo bisa mengobati badmood mereka dan lo bisa jadi pemulih kesedihannya. Atau bahkan ketika lo diajak ngobrol sama orang lain, jangan dianggap aneh ya, gengs! Siapa tahu mereka beneran butuh orang untuk diajak ngobrol. Berbagi untuk bahagia bareng-bareng nggak ada salahnya, bukan?

Photo header via Block Club Chicago

Artikel Asli