Menurut Ahli, Ini Cara Terbaik Putus dengan Orang yang Masih Disayang

Womantalk.com Diupdate 00.00, 10/08 • Dipublikasikan 00.00, 10/08 • womantalk.com

Jika Anda sebenarnya masih sayang dengan pasangan, tetapi merasa sudah tidak cocok lagi dan tidak mungkin memertahankan hubungan, putus adalah jalan keluar terbaik. Lalu, bagaimana caranya agar pasangan tidak terlalu sakit hati? Sebenarnya tidak ada cara yang benar atau salah, tetapi ada beberapa panduan yang dapat dilakukan, menurut Sameera Sullivan, pakar hubungan. Psikolog, Paulette Sherman, juga menyarankan untuk mengetahui apa yang tidak boleh dilakukan sebelum Anda melakukannya. Apa saja itu?

Tempatkan diri di posisi pasangan

"Apa yang Anda inginkan atau harapkan? Jujur! Jika jawabannya adalah pertemuan langsung dan penjelasan yang jujur, lakukan itu. Namun, jika hubungan Anda baru beberapa minggu, panggilan telepon mungkin tepat. Jangan karena ini sulit dilakukan, Anda terus menundanya karena ini tidak hanya membuang-buang waktu pasangan, tetapi juga Anda,” kata Sameera.

Jangan menyalahkan

Salah satu kesalahan terbesar saat putus cinta adalah Anda tidak sengaja berkata bahwa ini adalah kesalahan pasangan. Karena itu, Paulette menyarankan agar Anda tidak perlu terlalu detil saat memberikan alasan untuk putus. Namun, jika diminta, ubah cara Anda mengatakannya dengan menggunakan ‘Aku’ bukannya ‘Kamu’ sehingga Anda tidak akan terkesan menyalahkan pasangan. Lalu, jangan pernah berbohong atau membuat alasan yang kejam.

Pikirkan lokasi yang tepat

Paulette bilang, “Di mana pun Anda memutuskan untuk melakukannya, pastikan lokasi yang dipilih bisa memberikan privasi. Namun, jika pasangan lebih emosional, lebih baik cari tempat yang lebih ramai untuk menjaga reaksi pasangan lebih terkendali.” Sameera menambahkan, sebaiknya jangan mengatakan putus di rumah karena selain lebih tidak nyaman, Anda mungkin bisa berubah pikiran atau bahkan pasangan yang tidak bisa ingin berpisah.

Tetapkan batasan

Setelah memberi tahu pasangan bahwa Anda ingin putus dan dia menerimanya, Anda berdua harus menetapkan bahasan sehingga tidak perlu bertemu dulu untuk beberapa saat. Jika berada dalam lingkaran pertemanan atau lingkungan kerja yang sama, bicarakan apa yang harus dilakukan untuk menghindari pertemuan. Menurut Sameera, hal ini penting untuk menjaga kesehatan mental Anda dan mantan pasangan setelah putus, apalagi jika Anda sebenarnya masih menyayanginya.

Cover: Magazine Korea

Artikel Asli