Menteri Susi Ingatkan Bahayanya Tangkap Ikan Pakai Cantrang

Okezone.com Dipublikasikan 05.53, 17/09/2019 • Giri Hartomo
Menteri Susi Ingatkan Bahayanya Tangkap Ikan Pakai Cantrang
Susi Pudjiastuti akan menertibkan kembali kapal-kapal yang menggunakan alat tangkap seperti cantrang dengan ukuran besar

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti akan menertibkan kembali kapal-kapal yang menggunakan alat tangkap seperti cantrang dengan ukuran besar. Bukan hanya merusak laut, alat tangkap ikan seperti itu bisa menurunkan produktivitas sumber daya laut Indonesia.

Susi menilai penggunaan cantrang pada kapal besar bisa mengurangi produktivitas ikan. Karena pengambilannya langsung tanpa memilih ikan mana bisa dianggap dipanen dan mana yang masih bibit.

“Kita harus menghindari ekstraktion agar menjadi produktif. Kalau ekstraktif akan habis (ikan lautnya),” ujarnya dalam acara Rakornas Satgas Ilegal Fishing di Kantor Kementerian KKP, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Potret Aktivitas Nelayan di Tengah Sungai Tambak Wedi yang Penuh Limbah Busa Putih

Sama juga seperti penangkapan bibit lobster. Masih banyak jutaan bibit lobster yang ditangkap dengan menggunakan jaring besar sebelum waktunya untuk dijual ke pasaran.

Padahal jika menggunakan alat tangkap yang normal, lobster ini bisa dipelihara hingga besar. Sehingga ketika dijual atau diekspor menghasilkan nilai yang lebih tinggi lagi.

“Begitupun di darat bibit lonster (ditangkap) Ini ekstraktif jutaan lobster dirangkap. Sementara itu nilai value kalo dilaut gede gede 5 juta menjadi tidak ada lagi,” jelasnya

Oleh karena itu, Menteri Susi berpesan agar kedaulatan sumber daya laut Indonesia harus dijaga. Jangan sampai ketika Menteri di ganti, para pencuri ikan asing ini kembali bisa bebas berkeliaran di Indonesia.

Selain itu lanjut Susi, dirinya juga berpesan agar produktifitas dari sumber saya laut Indonesia harus ditingkatkan. Sehingga nilai value produk kelautan Indonesia bisa terus meningkat.

“Kalau ini tidak dilakukan, apa yang kita lakukan (selama lima tahun) akan kembali ke lingkaran nol lagi,” ucapnya.

Artikel Asli