Menteri Nadiem Minta Sekolah Tak Beri Sanksi Siswa yang Pilih PJJ

Jawapos Diupdate 12.19, 12/08/2020 • Dipublikasikan 19.19, 12/08/2020 • Edy Pramana
Menteri Nadiem Minta Sekolah Tak Beri Sanksi Siswa yang Pilih PJJ

JawaPos.com – Sekolah untuk jenjang SD sampai SMA/SMK telah diperbolehkan melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka di zona kuning dan hijau. Namun, para murid juga diperbolehkan tetap belajar di rumah apabila orang tua peserta didik tidak memperkenankan anaknya bersekolah tatap muka.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pun kembali menjelaskan bahwa seluruh pihak yang terkait dengan pendidikan dapat memutuskan apakah murid diperbolehkan belajar tatap muka atau masih mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tentunya termasuk orang tua.

Kemudian, bagi sekolah yang telah membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) juga tidak boleh untuk memberikan sanksi kepada para murid yang mengikuti PJJ.

“Sekolah nggak boleh untuk menghukum atau memberikan penalti atas pilihan mereka. Karena anak yang bersekolah itu kan cuma 50 persen per hari tatap muka, 50 persen lagi PJJ, jadi kalau orang tua ngga nyaman mengirim anak bersekolah, pakai PJJ saja,” jelas Nadiem dalam Webinar, Rabu (12/8).

Keputusan orang tua tidak dapat diganggu gugat oleh siapa pun. Selain orang tua, peran pemerintah daerah (Pemda), dinas pendidikan (Disdik) serta sekolah juga diperlukan dalam mengawasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran di tengah pandemi saat ini. Semua daftar periksa juga perlu dipenuhi oleh sekolah.

“Ini adalah absolut dari orang tua, meski semua pihak telah memberikan izin, orang tua boleh nggak memperbolehkan anaknya pergi ke sekolah. Kan pemerintah telah mengatur daerah mana saja yang boleh tatap muka, yaitu zona kuning dan hijau, setelah itu (perizinan dan pengawasan) ada Pemda, sekolah dan orang tua,” tandas Menteri Nadiem.

Artikel Asli