Menteri Desa Bercerita Pernah Ditelepon Jokowi saat Sedang Mandi

Tempo.co Dipublikasikan 05.45, 19/10/2019 • Ali Akhmad Noor Hidayat
Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Menteri Kesehatab Nula F Moeloek, Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal, dam Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, hingga Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo usai menggelar rapat percepatan penurunan prevalensi anak kerdil atau stunting, Senin 14 Oktober 2019 di kantor Wapres, Jakarta Pusat. Tempo/Egi Adyatama
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengenang momen ditelepon Presiden Joko Widodo

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengenang momen ditelepon Presiden Joko Widodo saat sedang mandi pagi hari.

“Pernah suatu saat ditelepon sama beliau jadi masih basah kuyup saya angkat itu,” kata dia setelah acara Silaturahmi Kabinet Kerja dengan Presiden dan Wapres di Istana Negara Jakarta, Jumat 8 Oktober 2019.

Eko menuturkan Jokowi memang bisa menelepon kapan saja, termasuk pagi hari.

“Kadang-kadang beliau bisa menelepon pagi saat saya masih di kamar mandi,” katanya.

Ia mengaku senang dengan Jokowi karena merupakan sosok pemimpin yang sangat terukur dan selalu berbicara berdasarkan angka dan data.

“Beliau ini orangnya 'hands on' sekali. Sebelum ada kunjungan beliau, beliau rata-rata sudah mengirim orang. Nanti setelah kunjungan beliau juga mengirim orang,” katanya.

Secara khusus, Eko menyampaikan terima kasih telah mendapatkan kesempatan berkontribusi kepada negara ini.

“Saya senang sekali dapat kesempatan itu dan tentunya masih banyak hal yang belum kita capai. Kalau ada belum tercapai saya mohon maaf kepada Presiden, kepada masyarakat, tapi kalau yang sudah tercapai kalau bisa tetap dipertahankan dan dilanjutkan program-program yang baik tersebut,” katanya.

Kesan Eko pun serupa kepada Wapres Jusuf Kalla yang disebutnya sebagai sosok yang sering memberikan masukan dalam bekerja.

Ia berpesan kepada penerusnya bahwa persoalan terbesar dari desa adalah kemiskinan. Kemiskinini ini mengakibatkan pendidikan menjadi terganggu, gizi buruk, dan kekerdilan.

“Jadi fokus di pengentasan kemiskinan, kemiskinan terjadi karena kurang aktivitas ekonomi. Makanya, kita lakukan selalu menciptakan aktivitas ekonomi di desa-desa, tentu perlu infrastruktur yang cukup," kata dia. "Dana Desa selama empat tahun ini telah membangun infrastruktur yang cukup. Jadi ke depannya lebih didorong kepada program-program yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa."

Setelah melepas jabatannya sebagai menteri, Eko berencana kembali mengurus perusahaan dan partainya, PKB.

Artikel Asli