Mentan Respons Video Viral Peternak yang Buang Ayam: Padahal Harga Terkendali

kumparan Dipublikasikan 14.20, 13/08/2020 • kumparanBISNIS
Mentan Syahrul Yasin Limpo memberikan sambutan di acara peringatan Hari Kopi Indonesia, Rabu (11/3). Foto: Dok. Kementan

Ketersedian dan kestabilan harga pangan menjadi isu yang sangat sensitif, terlebih saat pandemi COVID-19. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pun memastikan bahwa ketersedian pangan secara nasional masih aman. Pun harganya diklaim masih stabil.

Di sisi lain, Syahrul menyesalkan adanya informasi yang beredar viral yang menyatakan seolah-seolah stok pangan tidak terserap sehingga harga pangan anjlok dan merugikan petani maupun peternak.

“Ada yang tiba-tiba lepas ayam di pasar, padahal itu cuma 1.000 ekor atau 200 ekor dilepas begitu. Viralah kemana-mana dan cukup membuat semua menjadi panik terhadap harga, padahal harga cukup terkendali,” ungkap Syahrul dalam Webinar Ketersediaan dan Keterjangkauan Pangan Dalam Pelaksanaan PEN, Kamis (13/8).

Pekerja memberi pakan kepada ayam petelur di Kampung Cicariang, Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (30/7). Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Syahrul pun menegaskan pihaknya akan mewaspadai informasi-informasi yang menurutnya meresahkan. “Ada yang tiba-tiba buang tomat di jalan tol dan viralkan. Ini modus-modus seperti ini bagi saya ini menjadi besar. Memang harus diwaspadai itu bisa sangat meresahkan,” tegasnya.

Menurut Syahrul, produksi beras sampai dengan Juni 2020 tercatat sebanyak 30,41 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara dengan setara dengan beras sebanyak 17,33 juta ton. Syahrul juga memastikan bahwa stok beras hingga Juni 2020 masih aman.

“Stok hingga akhir di Juni sekitar 3 juta ton. Itu ada yang carry over dari 2019, belum lagi yang ada di pedagang, ada di penggilingan,” tandasnya.

Artikel Asli