Menjaga Presensi Legenda Malin Kundang yang Tergerus Abrasi

Liputan6.com Diupdate 02.00, 19/11/2019 • Dipublikasikan 02.00, 19/11/2019 • Novia Harlina
Upaya Pemkot Padang Jaga Kepopuleran Batu Malin Kundang yang Mendunia
Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat sedang merevitalisasi Batu Malin Kundang yang menjadi ikonik pariwisata di Pantai Air Manis itu. (Liputan6.com/Novia Harlina)

Liputan6.com, Padang - Nama Malin Kundang dan segudang legenda yang dimilikinya tidak hanya terkenal di nusantara, tetapi juga mancanegara. Untuk menjaga kepopuleran tersebut, Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat sedang merevitalisasi Batu Malin Kundang yang menjadi ikonik pariwisata di Pantai Air Manis itu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Arfiandi, Jumat (15/11) mengatakan saat ini revitalisasi sedang dalam proses pengerjaan oleh pemenang tender dan diperkirakan selesai pada akhir 2019.

"Revitalisasi ini bisa menguatkan kembali keberadaan batu Malin Kundang yang merupakan ikon pariwisata yang sudah melegenda serta dikenal secara luas," katanya.

Menurutnya, saat ini terdapat beberapa bagian Batu Malin Kundang yang tertimbun sehingga direvitalisasi untuk memunculkannya ke permukaan.

"Anggaran yang dikucurkan revitalisasi bersumber dari pemerintah pusat sebesar Rp15 miliar," sebut Arfiandi.

Selain revitalisasi tanpa mengubah bentuk awal Batu Malin Kundang, pengerjaan tersebut juga meliputi kawasan pedestrian yang akan dibuat di sepanjang pantai hingga ke Batu Malin Kundang.

Pedestrian tersebut diharapkan menambah daya tarik pengunjung untuk datang ke pantai Air Manis Padang.

 

Harapan Warga Terealisasi

Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat sedang merevitalisasi Batu Malin Kundang yang menjadi ikonik pariwisata di Pantai Air Manis itu. (Liputan6.com/Novia Harlina)

Pantai Air Manis salah satu primadona pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan, terutama pada hari libur. Pada masa libur lebaran 2019 jumlah pengunjung mencapai 5.000 lebih dalam satu hari.

Tidak bisa dipungkiri, salah satu alasan wisatawan datang ke Pantai Air Manis adalah untuk melihat Batu Malin Kundang secara langsung.

Banyaknya jumlah pengunjung juga dipengaruhi oleh akses menuju Pantai Air Manis yang semakin mudah dengan selesainya pembangunan jalan lingkar Nipah Pantai Air Manis.

Sementara salah seorang wisatawan lokal, Yulia (28) mengatakan beberapa tahun terakhir ia sering mengunjungi Pantai Air Manis dan melihat Batu Malin Kundang.

"Saya berharap revitalisasi ini dikerjakan sejak lama, karena bentuk Batu Malin Kundang yang sudah tidak jelas," ujarnya.

Selain itu, ia juga menilai kawasan Pantai Air Manis juga kurang tertata serta banyak sampah yang berserakan. "Mungkin sarana dan prasarananya juga lebih diperhatikan," dia menambahkan.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Artikel Asli