Menikung Aman dengan Sepeda Motor Saat Jalan Basah

kumparan Dipublikasikan 03.31, 12/11/2019 • Muhammad Ikbal
Ilustrasi berkendara motor Foto: christel

Saat terjadi hujan deras, para pengendara sepeda motor biasanya diimbau untuk lebih berhati-hati. Kondisi jalanan basah atau tergenang air, membuat kemampuan grip ban pada aspal menjadi sedikit berkurang.

Pada kondisi tersebut, tidak jarang menyebabkan sepeda motor menjadi sulit dikendalikan, terutama saat hendak menikung. Instruktur Rifat Drive Labs (RDL), Andry Berlianto memberikan 3 tips yang perlu diperhatikan buat para biker ketika akan menikung pada kondisi tersebut.

  • Atur Kecepatan

Honda ADV 150 Foto: dok. Bangkit Jaya Putra/kumparan

Salah satu hal yang cukup penting saat menikung di kondisi hujan deras, ialah menyoal kecepatan. Menurut Andry, sebelum memasuki tikungan, alangkah baiknya segera turunkan kecepatan. Dengan kecepatan yang lebih rendah, akan membuat motor menjadi mudah diarahkan.

Lalu pada saat menikung, sebaiknya hindari menambah atau mengurangi kecepatan secara tiba-tiba, karena berpotensi membuat motor menjadi sulit dikendalikan. Selanjutnya, ketika hendak keluar dari tikungan, bukalah throttle gas secara perlahan. Pasalnya, bila membuka throttle gas secara berlebihan, dikhawatirkan akan membuat motor menjadi liar.

Khusus kondisi jalan yang terbuat dari beton dan bukan aspal, sebaiknya turunkan kecepatan lebih rendah dibanding saat menikung di jalan beraspal.

  • Posisi duduk

Ilustrasi mengendarai skuter matik. Foto: Istimewa

Untuk pengendaranya, Andry menyarankan agar duduklah secara normal dan biasa saja. Hindari posisi badan membungkuk dan miring layaknya seorang pebalap.

“Posisi duduk juga biasa saja, senyaman mungkin. Tidak perlu miring-miring berlebihan ala-ala pebalap,” jelas Andry.

Kemudian arahkan pandangan mata ke titik yang hendak dituju.

  • Hindari menekan tuas rem

Ilustrasi jari tangan ke tuas rem sepeda motor Foto: dok. Istimewa

Saat menikung, sebaiknya hindari meletakan jari di posisi tuas rem. Ini untuk mengantisipasi gerakan refleks dari pengendara. Karena bila rem diaktifkan pada kala berbelok, akan berpotensi tergelincir.

Jika memang hendak melakukan pengereman, sebaiknya pastikan posisi motor sudah tegak lebih dulu.

  • Kondisi ban

1. Indikator TWI 2. Wear Bar Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO

Tidak lupa Andry juga mengingatkan, agar para pengendara motor selalu memperhatikan dan merawat kondisi bannya. Kondisi ban yang sudah tidak layak, tentu akan memiliki grip ban pada jalan yang kurang maksimal.

Artikel Asli