Mengenang Sosok Musisi Legendaris: Chrisye

Billboard Indonesia Dipublikasikan 11.33, 16/09/2019 • Billboard Indonesia
Mengenang Sosok Musisi Legendaris: Chrisye

Sepertinya memang sudah tidak dapat dipungkiri bahwa karya-karya alm. Chrisye, salah satu musisi hebat sepanjang masa, tak lekang oleh waktu. Dalam autobiografi-nya, beliau mengatakan bahwa ia tak akan berhenti bermusik dan buktinya memang sampai divonis sakit, beliau masih menepati janjinya.

Senin, 16 September 2019 mendatang, beliau seharusnya berulang tahun ke-70. Ia aktif bermusik sejak tahun 60an sampai 2007, lihat betapa lamanya ia setia memberikan karyanya terus-menerus dengan ombak zaman yang terus berganti. 

Ya, kita tidak akan pernah tak mendengar judul-judul lagu milik beliau sampai kapanpun. “Lilin-Lilin Kecil”, “Badai Pasti Berlalu”, “Hip Hip Hura”, “Kala Cinta Menggoda”, dan masih banyak lagi. Selama kariernya, beliau merilis 31 album, termasuk dengan Guruh Gipsy, 21 album studio dan 9 album kompilasi.

Beliau mendapatkan banyak penghargaan selama karir bermusiknya, seperti album paling laris (1990), BASF Lifetime Achievement Award (1994), Penyanyi Pop Pria Terbaik AMI (1997) dan beberapa lainnya, tak lupa ia mendapatkan penghargaan SCTV Lifetime Achievement Award pertama, yang diterima oleh putrinya Risty (2007). 

Pada tahun 1990 video klip “Pergilah Kasih” menjadi video klip Indonesia Pertama yang ditayangkan di MTV Hong Kong. Pada tanggal 12 Juli 2003, Chrisye menggelar konser besar bersama Erwin Gutawa dengan tajuk Dekade -yang berisi lagu-lagu legendaris Indonesia dari berbagai langgam selama hampir 60 tahun- di JICC.

Dalam acara ini alm. Chrisye benar-benar "menggoyang" Jakarta, karena ia tak cuma berjoget di atas pentas, namun juga karena hadirnya beberapa penyanyi dan musisi papan atas untuk mengiringinya menyanyi. Seperti: Fariz RM, A. Rafiq, Sophia Latjuba dan Ari Lasso. Terakhir Oktober 2004, Chrisye melepas album ‘Senyawa’, yang merupakan kolaborasi unik, dimana ia mencoba menjadi vokalis dari berbagai grup musik papan atas di tanah air, seperti Peter Pan, Dewa, Ungu, Naif, dan lain-lain. 

[Ensiklopedi: Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Pemprov DKI Jakarta]

Alm. Chrisye adalah seorang legend dalam permusikan Indonesia. Pada tahun 2007, majalah Rolling Stone Indonesia memilih ‘Badai Pasti Berlalu’ sebagai album Indonesia terbaik sepanjang masa. Tiga album solo Chrisye juga masuk ke daftar tersebut: ‘Sabda Alam’ di urutan 51, ‘Puspa Indah’ di urutan 57, dan ‘Resesi’ di urutan 82. ‘Guruh Gipsy’ masuk di urutan kedua.

Ini kemudian diikuti oleh pemilihan lima lagunya ("Lilin-Lilin Kecil" di urutan 13, "Kidung" di urutan 26, "Merpati Putih" di urutan 43, "Anak Jalanan" di urutan 72, dan "Merepih Alam" di urutan 90) sebagai beberapa lagu Indonesia terbaik sepanjang masa; lagu Guruh Gipsy "Indonesia Maharddhika" masuk di urutan 59.

Pada tahun 2011 Chrisye disebut sebagai penyanyi Indonesia terbaik ketiga. Ia akan tetap selalu dikenang dan tak akan pernah terlupakan. Kegigihannya dalam bermusik, tak inginnya ia meninggalkan musik serta kemauan untuk terus menerus berkarya itu semua yang sekarang kita masih dapat rasakan. 

Selamat Ulang Tahun Legend! 

*Karyamu akan selalu ada, lekat dan singgah di hati kami. *

Artikel Asli