Mengenal Perbedaan Pelek Casting, Forged, dan Flowform

Liputan6.com Diupdate 23.03, 25/01/2020 • Dipublikasikan 23.03, 25/01/2020 • Liputanenam
Pelek dan ban bekas Bugatti Veyron
Pelek dan ban bekas Bugatti Veyron (Autoweek.com)

Liputan6.com, Jakarta Pelek mobil memiliki beragam jenis desain dan ukuran. Selain itu, cara membuat pelek pun bisa berbeda-beda prosesnya.

Cara membuat pelek sendiri terdiri dari tiga macam. Ada casting, forged, dan flowform. Sekalipun gonta-ganti pelek sudah umum, istilah tiga cara pengerjaan ini mungkin masih samar untuk dipahami.

 Sebagai contoh, brand pelek lokal HSR memanfaatkan tiga macam cara pembuatan pelek tersebut. Ketiganya sendiri berbeda secara hasil kualitas di samping cara pengerjaan.

"Pelek casting menggunakan adonan, jadi kita sudah punya satu cetakan, tinggal masukkan bahannya saja. Kalau forged itu dari satu bongkahan besi," ujar Aldi Rais, Community Manager HSR Wheel.

Untuk membedakan dengan pelek casting, pelek yang dibuat dengan sistem forged menggunakan satu bongkahan besi utuh yang kemudian dibentuk dengan mesin bersistem kerja detail, yang disebutnya sebagai mesin CNC.

Lantas jika bicara kualitas, dari ketiga tipe pelek dengan ragam penggarapan ini, manakah yang paling kokoh?

"Forged itu lebih kuat dan lebih ringan karena bahannya tadi, karena dia tidak ada campuran apa pun, murni dari besi. Kalau flowform itu antara casting dan forged," ujarnya.

 

Cara Membedakan

Lalu bagaimana cara membedakan bahwa sebuah pelek adalah forged yang murni besi, atau tipe lainnya? Ia menitikberatkan pada bobot dan kualitas pengerjaan akhir.

"Dari beratnya kelihatan, kalau dilihat sekilas agak susah, mungkin dari finishing-nya, antara besi murni dan campuran itu berbeda," urainya.

Sumber: Otosia.com

Artikel Asli