Mengenal Metode 'Cuci Otak' Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan 2019-2024

Suara.com Dipublikasikan 03.12, 23/10/2019 • Rima Sekarani Imamun Nissa
Dokter Terawan Agus Putranto bakal menjabat sebagai Menkes RI. (Antara/Hanni Sofia)
Dokter Terawan Agus Putranto bakal menjabat sebagai Menkes RI. (Antara/Hanni Sofia)

Suara.com - Mayjen TNI Dr dr Terawan Agus Putranto, Sp. Rad(K) dipilih oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Kesehatan periode 2019-2024. Agus Putranto pun sempat mendatangi Istana Kepresiden bertemu dengan Jokowi pada Selasa (22/10/2019) kemarin.

"Tadi sama Presiden diskusi soal BPJS dan stunting. Harapannya soal BPJS bisa terselesaikan dengan baik dan bisa membahagiakan semuanya," kata dr Agus Putranto.

Sepak terjang dokter terawan Agus Putranto di bidang kesehatan tentu tak perlu diragukan lagi. Pada 2018 silam, terawan Agus Putranto terkenal melalui pengobatannya dengan metode 'cuci otak' yang menangani pejabat dan politisi.

Dalam istilah medis, metode 'cuci otak' oleh Afus Putranto ini disebut Digital Substraction Angiography (DSA) alias Brainwash.

Melansir dari mountelizabeth.com.sg, Digital Substraction Angiography adalah pemeriksaan yang memberikan image lumen, yakni permukaan bagian dalam pembuluh darah, termasuk arteri, vena dan serambi jantung.

Permukaan bagian dalam ini diperoleh dengan menggunakan mesin Sinar-X terkomputerisasi yang kompleks. Media kontras khusus atau dye alias cairan bening dengan kepadatan tinggi yang biasanya disuntikkan agar pasokan darah ke kaki, jantung atau organ tubuh lainnya dapat dilihat dengan mudah.

Mayjen TNI dr. Terawan Agus Putranto, SpRad(K) terlihat mendatangi istana kepresidenan hari ini, Selasa (22/10/2019). (Suara.com/Ummy Hadyah Saleh)

Lalu, mengapa dibutuhkan Digital Substraction Angiography?

Pada umumnya, teknik pemeriksaan ini bisa digunakan untuk mendiagnosis berbagai penyakit pembuluh darah. Anda mungkin harus menjalani Digital Substraction Angiography untuk mendiagnosis penyakit vaskuler obstruktif yang disebabkan oleh penyumbatan atau penyempitan dalam lumen arteri dan vena.

Biasanya dokter menyarankan metode Digital Subtraction Angiography untuk mendiagnosis aneurisme otak (aneurisme intrakranial), pendarahan pembuluh darah, arterio-venous malformations (hubungan abnormal antara arteri dan vena) serta memeriksa vaskularitas tumor kanker.

Angiography juga memberikan panduan visual untuk prosedur intervensional yang dibutuhkan untuk menguraikan atau membuka kembali arteri yang tersumbat, seperti prosedur angioplasti, arterial stent, nephrostomi dan biliari.

Artikel Asli