Mengenal Gejala Vaginismus, Gangguan Seks yang Dapat Terjadi pada Wanita

SehatQ Dipublikasikan 12.30, 10/08 • Dina Rahmawati
Mengenal Gejala Vaginismus, Gangguan Seks yang Dapat Terjadi pada Wanita
Vaginismus adalah kondisi di mana otot sekitar vagina mengencang sendiri saat penetrasi

Pernahkah Anda mendengar istilah vaginismus? Vaginismus adalah suatu kondisi di mana otot sekitar vagina mengencang dengan sendirinya saat penetrasi seksual. Gangguan seksual ini umum terjadi pada wanita.

Meski tak memengaruhi gairah seksualnya, namun kondisi ini bisa menghambat hubungan intim karena menimbulkan ketidaknyamanan atau bahkan nyeri. Vaginismus juga dapat ditandai dengan berbagai gejala yang harus Anda waspadai.

Gejala vaginismus

Vaginismus memengaruhi kelompok otot pubococcygeusyang bertanggung jawab untuk buang air kecil, hubungan intim, orgasme, buang air besar, dan melahirkan. Vaginismus dibagi menjadi dua, yaitu vaginismus primer dan sekunder. 

Primer artinya sudah mengalami nyeri sejak pertama kali berhubungan intim atau setiap kali menggunakan tampon. Sedangkan vaginismus sekunder adalah kondisi di mana awalnya tidak nyeri kemudian tiba-tiba terasa nyeri. 

Adapun gejala vaginismus yang mungkin Anda alami, yaitu:

  • Hubungan seks terasa menyakitkan (dispareunia) yang mungkin disertai dengan sensasi terbakar atau menyengat
  • Sulit atau bahkan tak dapat melakukan penetrasi
  • Rasa sakit seksual dalam jangka panjang dengan atau tanpa sebab yang diketahui
  • Nyeri saat memasang tampon
  • Sakit saat pemeriksaan ginekologis
  • Mengalami kejang otot secara menyeluruh saat mencoba penetrasi

Gejala bisa bervariasi antar individu mulai dari yang ringan hingga yang berat. Hal ini bisa membuat Anda khawatir untuk melakukan hubungan seks sehingga mencoba menghindarinya. Jika terus dibiarkan tentu dapat mengganggu hubungan dan kualitas hidup Anda. Oleh sebab itu, apabila Anda merasakan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Penyebab vaginismus

Vaginismus bisa disebabkan oleh masalah fisik, emosional, maupun keduanya. Kelainan ini dapat pula terjadi karena orang tersebut menghendakinya. Berikut faktor emosional penyebab vaginismus:

  • Ketakutan untuk berhubungan intim, misalnya takut merasa sakit atau hamil
  • Sedang merasa cemas atau stres
  • Hubungan bermasalah dengan pasangan, seperti mengalami kekerasan, kekesalan, ketidakpercayaan, dan lainnya
  • Pernah mengalami kejadian traumatis, misalnya pemerkosaan atau pelecehan
  • Pengalaman masa kecil, seperti paparan gambar-gambar seksual atau penggambaran seks di lingkungan sekitar

Sementara, faktor fisik penyebab vaginismus, di antaranya:

  • Infeksi, misalnya infeksi saluran kemih dan infeksi jamur
  • Kondisi medis tertentu, seperti kanker atau lichen sclerosus
  • Dampak persalinan
  • Menopause
  • Operasi panggul
  • Foreplayyang tak cukup
  • Vagina kurang pelumas
  • Efek samping obat

Vaginismus dapat terjadi pada wanita dengan usia berapa pun. Anda mungkin merasa sedih dan malu dengan kondisi tersebut, namun dalam kebanyakan kasus, perawatan dapat membantu mengatasinya.

Cara mengatasi vaginismus

Cara mengatasi vaginismus antar individu bisa berbeda-beda bergantung pada penyebabnya. Akan tetapi, sebagian besar kelainan ini dapat diobati sehingga Anda jangan berkecil hati. Adapun perawatan yang dilakukan biasanya termasuk:

  • Latihan mengontrol otot dasar panggul

Cobalah melakukan latihan untuk meningkatkan kontrol otot-otot dasar panggul, yaitu dengan relaksasi dan senam kegel. 

  • Terapi dan konseling seks

Metode ini biasanya melibatkan pembelajaran mengenai anatomi vagina dan apa yang terjadi selama merasakan gairah maupun melakukan hubungan seksual. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan informasi tentang otot mana saja yang terlibat dalam vaginismus. Dengan begitu, Anda akan memahami bagaimana bagian tubuh tersebut bekerja dan meresepon. 

Selain itu, Anda sendiri atau bersama pasangan akan berdiskusi dengan konselor seks untuk membantu mengatasi gangguan seksual ini. Teknik relaksasi dan hipnosis juga mungkin dilakukan agar Anda merasa lebih nyaman ketika berhubungan intim.

  • Latihan emosional

Ini dapat membantu Anda mengidentifikasi, mengekspresikan, dan menyelesaikan faktor emosional apa pun yang memicu terjadinya vaginismus.

  • Dilator vagina

Dokter atau konselor seks dapat merekomendasikan Anda belajar menggunakan dilator vagina. Tempatkan dilator berbentuk kerucut tersebut di miss V, lalu ketika semakin membesar otot-otot vagina pun akan meregang dan menjadi lebih fleksibel. Setelah melakukan serangkaian perawatan dengan dilator, Anda dan pasangan dapat mencoba melakukan hubungan intim lagi.

Vaginismus sangat jarang memerlukan pembedahan. Bagi Anda yang memiliki masalah ini, jangan ragu untuk berbicara pada dokter atau konselor seks agar hubungan Anda dengan pasangan bisa tetap baik-baik saja.

Artikel Asli