Mengenal Abu Zee, Panglima Medsos JAD, Panutan Penyerang Wiranto

kumparan Dipublikasikan 06.25, 16/10/2019 • Ahmad Romadoni
Ilustrasi Wiranto Diserang. Foto: Indra Fauzi/kumparan

Nama Fazri Pahlawan alias Abu Zee Ghuroba mendadak jadi pembicaraan usai aksi penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto. Abu Zee merupakan pimpinan Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, orang yang menusuk Wiranto.

Abu Zee direkrut oleh seorang bernisial EY. EY yang bekerja sebagai tukang servis elektronik di Bekasi ini sudah ditangkap awal September. Tugasnya lalu dilanjutkan oleh Abu Zee.

Abu Zee lalu dikenal sebagai pimpinan JAD Bekasi. Tapi, ada peran yang lebih besar dari sekadar mengomandoi Bekasi. Dia merupakan panglima JAD di Medsos.

“Abu Zee ini punya kemampuan ganda. Pimpinan JAD Bekasi juga pimpinan di Medsos,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/10).

Abu Zee diketahui mempunyai grup di media sosial berupa telegram hingga WhatsApp. Setiap kelompok JAD ingin melakukan teror, maka akan diberitahukan di grup tersebut.

Pola penyerangan teroris saat ini lebih bersifat independen tak terikat dengan jadwal penyerangan. Mereka melakukan penyerangan atas dasar kemauan, bukan perintah pimpinan JAD.

“Kalau mereka melakukan amaliyah. Tidak struktur di lapangan tapi terstruktur di medsos. Mereka bergerak sesuai kemampuannya masing-masing. Mereka bebas, kalau mau di Papua ya silakan. Jadi diinformasikan lewat grup WA atau Telegram,” jelas Dedi.

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen. Pol. Dedi Prasetyo. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Selain piawai mengelola anggota di media sosial, Abu Zee juga pandai menggaet anggota. Tak main-main, seorang anggota Polda Maluku yang kini sudah dipecat, NOS, ikut terjerat.

Pola serangan tak terstruktur dan terorganisir ini juga membuat penyerang Wiranto, Abu Rara dan Fitri Adriana, dapat beraksi sesuka hati.

Tekad Abu Rara beraksi semakin kuat setelah Abu Zee ditangkap Densus 88 pada 23 September 2019. Targetnya juga tak jelas. Yang penting, pejabat pemerintahan. Celakanya, yang menjadi korban, Wiranto.

Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Dok Polres Pandeglang

Kedekatan Abu Rara dan Abu Zee tak terelakkan. Abu Zee yang menikahkan Abu Rara secara siri dengan Fitri, wanita yang juga ditangkap karena menyerang Wiranto.

Abu Rara memang sudah menikah beberapa kali. Sebelumnya pernah tinggal di Bogor lalu pindah ke Banten setelah bercerai dengan istri sebelumnya.

“Syahrial menikah dengan Fitri secara sirih, mereka dinikahkan Abu Zee,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/10).

Selain piawai mengelola anggota di media sosial, Abu Zee juga punya keahlian bela diri. Sebelum ditangkap, Abu Zee kerap memberi pelatihan ilmu bela diri di Bekasi.

“Bela diri dilakukan setiap hari Minggu (23/9), sore di Perumahan Cluster Paris Residence Bekasi,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Selasa (24/9).

Detik-detik Penusukan Wiranto Foto: Dok Istimewa

Setelah penangkapan terhadap Abu Rara dan Fitri, jaringan Abu Zee kemudian terungkap lebih terang. Satu per satu anggota jaringan JAD lainnya ditangkap di berbagai tempat di Indonesia. Dari 26 orang yang ditangkap, 18 di antaranya merupakan anggota JAD, termasuk Abu Rara dan Fitri.

Berikut 18 anggota JAD yang ditangkap usai penyerangan terhadap Wiranto:

1. Abu Rara (Penyerang Wiranto, anggota JAD Bekasi)

2. FA (Penyerang Wiranto, anggota JAD Bekasi)

3. RA (Penyerang Wiranto, anggota JAD Bekasi).

4. AT (anggota JAD Bali)

5. JA (Anggota JAD Bali, anak dari AT)

6. M alias Jack Sparrow (Anggota JAD Sulut)

7. R (Anggota JAR Jambi berafiliasi ke JAD Bekasi)

8. TH (Anggota JAD Jakarta hubungan ke Abu Zee JAD Bekasi)

9. RF (JAD Cirebon hubungan JAD Bekasi)

10. IF (JAD Cirebon sebagai amir)

11. BA (JAD Cirebon sebagai amir)

12. M (JAD Bandung terafiliasi dengan JAD Bekasi)

13. JJ (JAD Bandung terafiliasi JAD Bekasi)

14. AAS (JAD Bandung terafiliasi JAD Bekasi)

15. LT (JAD Cirebon)

16. ST (JAD Cirebon)

17. DP (JAD Bandung)

18. MNA (JAD Bandung)

Artikel Asli