Mengenal 4 Jenis Kanker Payudara yang Paling Umum

kumparan Dipublikasikan 02.55, 21/10/2019 • Mela Nurhidayati Syamsiyah
Ilustrasi Kanker Payudara Foto: Shutterstock/Aslysun

Ladies, kanker payudara merupakan jenis penyakit yang paling menakutkan, terutama bagi para perempuan. Ketakutan ini memang beralasan, sebab pada 2019, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat persentase terjadinya kanker payudara pada perempuan Indonesia sebesar 42,1 orang per 100 ribu penduduk, dengan rata-rata kematian 17 orang per 100 ribu penduduk.

Untuk menekan jumlah tersebut, diperlukan penanganan yang tepat. Salah satunya adalah dengan deteksi dini dan dengan mengedukasi jenis-jenis kanker payudara pada perempuan. Informasi ini sangat penting, mengingat banyak sekali jenis kanker payudara yang ada di dunia. Dengan demikian, ketika Anda sudah mengetahui jenis kanker payudara yang dimiliki, pengobatannya pun akan lebih tepat sasaran.

Melansir Healthline, ada beberapa jenis kanker payudara dan mereka dibagi ke dalam dua kategori utama; yaitu kanker payudara noninvasif (kanker tidak ganas) dan kanker payudara invasif (kanker ganas).

Ilustrasi kanker payudara. Foto: Shutterstock

Kanker payudara noninvasif

Kanker payudara noninvasif terjadi ketika sel kanker tetap berada di lokasi asalnya, dan sel kanker tersebut tidak pecah serta menyebar ke jaringan yang ada di sekitarnya. Ada dua jenis kanker payudara yang masuk ke dalam kategori ini:

1. Karsinomaduktalin situ (DCIS)

Karsinoma duktal in situ atau ductalcarcinomain situ (DCIS) adalah jenis kanker payudara noninvasif yang paling umum. Ductalcarcinomain situ sendiri mengacu pada sel kanker yang telah terbentuk di saluran payudara, dan belum menyebar ke jaringan payudara sekitarnya.

Karena belum menyebar ke jaringan lain, jenis kanker ini bisa diobati dan tidak mengancam jiwa. Meski begitu, Anda harus tetap melakukan pengobatan dengan tepat, karena jika terlambat bisa berkembang menjadi kanker payudara invasif.

2. Karsinomalobularin situ (LCIS)

Karsinoma lobular in situ atau lobularcarcinomain situ (LCIS) sering dikenal dengan nama neoplasialobular. Sel karsinoma ini sejatinya tidak termasuk kanker, namun terlihat seperti sel kanker yang tumbuh di lobulus payudara (jaringan yang memproduksi susu).

Kendati demikian, LCIS bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Bahkan menurut penelitian, perempuan yang menderita LCIS memiliki risiko sekitar 7 hingga 12 kali lebih tinggi mengalami kanker ganas di kedua payudara.

Oleh karena itulah, perempuan yang didiagnosis LCIS perlu melakukan skrining kanker payudara secara rutin dan mendapat tindakan lanjut dari dokter.

Ilustrasi Kanker Payudara Foto: Shutterstock/siam.pukkato

Kanker payudara invasif

Kanker payudara invasif terjadi ketika sel kanker sudah menyebar dan menyerang jaringan yang ada di sekitarnya. Ada dua jenis kanker payudara yang masuk ke dalam kategori ini:

1. Karsinomaduktalinvasif (IDC)

Karsinoma duktal invasif atau invasiveductalcarcinoma (IDC) merupakan jenis kanker payudara yang paling umum. Jenis kanker payudara ini dimulai dari saluran ASI yang kemudian menyerang jaringan terdekat di payudara.

Setelah kanker payudara menyebar ke jaringan di luar saluran ASI, ia bisa menyebar ke organ dan jaringan terdekat lainnya.

2. Karsinomalobularinvasif

Karsinoma lobular invasif menjadi jenis kanker payudara paling umum kedua setelah karsinoma duktal invasif. Kanker ini bermula di lobulus payudara (jaringan produksi susu) dan menyerang ke jaringan payudara lain yang ada di sekitarnya.

Jenis kanker payudara ini biasanya sering dialami oleh perempuan berusia 55 tahun ke atas. Tak hanya itu, jenis kanker payudara ini juga biasanya lebih sulit dideteksi melalui pemeriksaan fisik atau mammografi (pemeriksaan payudara manusia menggunakan sinar X) dibanding dengan karsinoma duktal invasif.

Artikel Asli