Mengapa Ratu Elizabeth Berpidato Tanpa Mahkota Kebesarannya?

Harpersbazaar.co.id Dipublikasikan 03.00, 18/10/2019
Mengapa Ratu Elizabeth Berpidato Tanpa Mahkota Kebesarannya?
Mengapa Ratu Elizabeth Berpidato Tanpa Mahkota Kebesarannya?

Untuk kedua kalinya sejak Ratu Elizabeth II memegang tahta Kerajaan Inggris dari tahun 1952, ia memilih untuk tidak mengenakan Imperial State Crown dalam pembukaan sidang parlemen Inggris yang digelar pada 14 Oktober 2019.

Alih-alih, Sang Ratu mengenakan diademGeorge IV State yang lebih kecil saat memberikan pidatonya di depan House of Lords dan House of Commons. Sementara itu, headpiece yang biasa dikenakan oleh pemimpin tinggi kerajaan tersebut diletakkan di atas alas beludru dan tetap berada di sampingnya selama sidang.

Alasannya sebenarnya bisa dipahami. Dengan bobotnya yang lebih dari dua pon, Imperial State Crown cukup berat untuk dikenakan oleh ratu berusia 93 tahun tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Royal Collection Trust, mahkota berbingkai emas ini dihiasi dengan 2.868 berlian, 17 batu safir, 11 zamrud, dan 269 mutiara. 

Dahulu, Imperial State Crown dibuat untuk penobatan Raja George VI di tahun 1937. Desainnya diambil berdasarkan mahkota yang dibuat untuk Ratu Victoria pada tahun 1838. Ratu Elizabeth II kemudian juga mengenakannya saat ia naik tahta.

Dalam film dokumenter BBC, ibu dari Pangeran Charles ini pernah bergurau soal beratnya mahkota yang kerap menghiasi kepalanya itu. "Anda tidak bisa melihat ke bawah dan membaca teks pidato," katanya sebagaimana dikutip dari People. "Apabila Anda menunduk, leher Anda akan patah dan mahkotanya akan jatuh."

Sementara, mahkota yang dikenakannya kali ini dibuat untuk Raja George IV di tahun 1820. Menurut Royal Collection Trust, headpieceberbingkai perak tersebut dipercantik dengan 1.333 berlian. Ratu Elizabeth juga sering memakainya saat ia mendatangi pembukaan sidang parlemen.

Terakhir kali sang Ratu tidak terlihat mengenakan Imperial State Crown adalah ketika ia berpidato di tahun 2017 di mana Theresa May terpilih menjadi Perdana Menteri Inggris. Berdasarkan laporan Mirror, waktu pemilihan yang sangat singkat saat itu membuat pihak kerajaan tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan gladi resik dengan menyertakan Imperial State Crown. Pada akhirnya, Ratu Elizabeth II mengenakan topi biru yang berhias bunga.

(Penulis: Chelsey Sanchez; Artikel ini disadur dari Bazaar US; Alih bahasa: Erlissa Florencia; Foto: Courtesy of Bazaar US) 

Artikel Asli