Mengapa Orang Inggris Sangat Menyukai Minum Teh?

New&Fresh Dipublikasikan 09.00, 03/08

Italia terkenal akan pizzanya, Amerika akan hotdog dan hamburger, sedangkan orang Inggris tentunya banyak diketahui dengan kegemarannya akan meminum secangkir teh. Bahkan berdasarkan Asosiasi Teh dan Infusi Inggris, lebih dari 60 miliar cangkir teh dikonsumsi oleh rakyat Inggris setiap tahunnya.

Itu lebih dari 900 gelas setahun untuk setiap individu di seluruh Inggris Raya. Kegemaran orang Inggris meminum teh pun dapat ditemukan dari ratusan tahun yang lalu ketika diperkenalkan kepada Raja Charles II oleh British East India Company (EIC) di tahun 1660.

Teh pun menjadi minuman favorit istrinya, Catherina dari Braganza. Ia kemudian membuat teh menjadi aspek sentral dari kehidupan masyarakat aristokrat Inggris pada abad ke-17, khususnya di kalangan teman-teman wanitanya yang menikmati teh sambil bergosip di rumah. 

Meski semakin digemari, EIC tidak segera memborong teh dari Tiongkok, tempat asal mula teh, karena harganya yang masih mahal. Namun pada tahun 1720, ketika Parlemen Inggris melarang impor tekstil dari Asia, para pengimpor pun harus memutar otak dan melihat kesempatan emas untuk beralih berdagang teh. 

Fokus baru ini menandai titik balik bagi perdagangan teh Inggris dan bisa dibilang mengapa teh menjadi lebih populer daripada kopi. Setelah perusahaan EIC memfokuskan pada teh sebagai produk impor utamanya, harganya pun cepat terkendali. Sebaliknya, harga kopi tetap tidak stabil dan relatif lebih tinggi, membuat popularitas minum teh menjadi lebih populer di kalangan menengah-atas.

Source: pikist
Source: pikist

Teh pun dipandang sebagai kebiasaan orang Inggris dan sangat didorong oleh pemerintah Inggris karena pendapatan yang diperoleh dari pajak teh. Mengkonsumsi teh pun pada saat itu dipandang sebagai tindakan patriotis sehingga memicu lebih banyak orang untuk membeli.

Teh menjadi semakin populer ketika gula diperkenalkan sebagai pemanis dalam minuman favorit orang Inggris itu. Tak lama kemudian, orang-orang pun bereksperimen menambahkan susu dalam teh, sebuah praktik yang tidak dilakukan di Tiongkok, namun banyak disukai orang Inggris.

Tetapi karena Inggris terus mengimpor lebih banyak teh sepanjang abad ke-18, produk tersebut semakin populer dan menjadi lebih murah di pasaran. Pada abad ke-19, teh beralih dari komoditas yang hanya diminati kaum bangsawan, menjadi sebuah kebutuhan mutlak dalam konsumsi sehari-hari rakyat Inggris yang dapat dibeli oleh kelas bawah sekalipun.

Hanya saja, berbeda layaknya kaum bangsawan, rakyat kelas bawah diketahui lebih banyak mengkonsumsi teh di tempat kerjanya ketimbang di rumah masing-masing untuk bersantai. Hal tersebut membuat banyak sejarawan menyebut teh berperan dalam memicu revolusi industri Inggris.

Etika ketika meminum teh

Source: publicdomainpictures
Source: publicdomainpictures

Teh pun menjadi minuman yang menemani segala aktivitas rakyat Inggris, mulai dari sekedar santai di pagi atau sore hari, ketika habis makan, bahkan ketika selesai berolahraga.

Ketika orang-orang minum teh, mereka diharapkan memiliki perilaku tertentu dan bertingkah secara sopan. Minum teh pun menjadi ritual domestik di kalangan keluarga, kolega, dan teman-teman yang cukup kaya untuk membelinya.

Dahulu, kaum bangsawan Inggris selalu meminum teh dalam cangkir dengan cawan yang lebih besar dan dalam ketimbang sekarang, bahkan bentuknya lebih menyerupai mangkuk.

Dalam posisi duduk, cara yang tepat untuk minum teh adalah dengan menaikkan cangkir tehnya saja, lalu segera menempatkannya kembali di atas cawan. Saat berdiri atau duduk di kursi tanpa meja, orang memegang cawan teh dengan di atas telapak tangan dan mengambil cangkir teh menggunakan tangan yang dominan.

Saat tidak digunakan, cangkir diletakkan kembali di cawan dan dipegang di pangkuan seseorang atau setinggi pinggang. Dalam kedua posisi tersebut, cangkir teh tidak boleh digenggam atau dilambaikan di udara.