Mengapa Harga Tiket Pesawat "First Class" Sangat Mahal?

Kompas.com Dipublikasikan 02.28, 22/11/2019 • Kiki Safitri
Dok. Etihad
Kabin first class Etihad

ATLANTA, KOMPAS.com – Siapa yang tidak tahu bahwa harga tiket pesawat untuk kursi premium, business, dan first class dalam sebuah maskapai tidak murah jika dibandingkan dengan kelas ekonomi?

Hal ini mengingat fasilitas yang diberikan untuk kursi premium, business, dan first class lebih banyak dan lebih khusus dibanding dengan kelas ekonomi.
Selain itu, apa yang membuat kursi premium, business dan first class di maskapai menjadi sangat mahal ?
Mengutip CNBC, Jumat (22/11/2019), seorang analis Janet Bednarek dari University of Dayton mengatakan bahwa maskapai seperti Delta, United, dan American Airlines menghasilkan banyak keuntungan dalam penjualan tiket pesawat first class.

Menurutnya masyarakat cenderung membeli tiket business, first class atau premium untuk penerbangan jarak jauh.
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Berangsur Turun, Beri Sumbangan ke Deflasi
Data dari Cirium menjelaskan bahwa pada bulan Agustus 2019, lebih dari 6,4 juta orang terbang dengan kursi premium di penerbangan Amerika Utara atau sekitar 9 persen dari total 67 juta kursi yang ditempati.
Per Juni 2019, Delta Air Lines mengumumkan pendapatan perusahaan sebesar 12,5 miliar dollar AS, atau meningkat 1 miliar dollar AS dibanding tahun sebelumnya.

Maskapai itu juga menyebut bahwa kenaikan pendapatan mencakup kontribusi penjualan tiket premium sebanyak 10 persen.
Konsolidasi industri maskapai dan kondisi ekonomi yang menguat di AS saat ini memungkinkan maskapai-maskapai berinvestasi kepada pesawat yang lebih efisien dalam bahan bakar dengan bentuk kabin yang berfokus pada kelas premium.
Baca juga: Bagaimana Hitung-hitungan Tarif Tiket Pesawat?
Bagian depan pesawat pada penerbangan internasional disulap menjadi model hybrid atau lebih mewah dari first class dan business.

Pesawat dengan fasilitas kabin bahkan muncul pada penerbangan lintas negara dengan banyak fasilitas, yang umumnya ditemukan pada penerbangan ke Eropa.
Maskapai bertarif rendah JetBlue, kini juga mencoba peruntungan untuk pasar kelas bisnis.

April lalu, JetBlue memulai beberapa penerbangan harian dari New York ke London dengan menerbangkan Airbus A321 yang akan mencakup layanan premium yang disebut Mint. Mint merupakan versi kelas bisnis JetBlue, yang tetap jauh lebih murah daripada kompetiornya.
Menurut Bednarek, maskapai mendapat keuntungan lebih banyak dari penjualan fasilitas premium mereka.
"Maskapai penerbangan menjadi jauh lebih canggih dimana mereka dapat mengisi pendapatan mereka melalui kursi-kursi fasilitas premium, dan itulah cara mereka membuat uang,” jelasnya.
Meskipun maskapai mengurangi jumlah ruang yang mereka alokasikan untuk penumpang kelas satu, maskapai termasuk Delta, United dan Amerika untuk saat ini telah menemukan keuntungan besar dalam layanan kabin premium.

Penulis: Kiki SafitriEditor: Sakina Rakhma Diah Setiawan

Artikel Asli