"Mengapa Anak Saya Dibunuh...?"

Kompas.com Dipublikasikan 04.19, 13/08 • Michael Hangga Wismabrata
Kompas.com/Wisang Seto Pangaribowo
Karangan Bunga ungkapan belasungkawa untuk anggota KPU yang tewas di Yahukimo, terjejer di depan rumah duka, Rabu (12/8/2020)

KOMPAS.com - Ayah Henry Jovinski, Sugeng Kusharyanto, berduka anaknya tewas ditusuk orang tak dikenal saat bertugas sebagai staf IT Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yahukimo, Papua.

Sugeng pun mengaku ingin tahu mengapa anaknya dibunuh dengan cara tak berperikemanusiaan.

"Saya sempat menanyakan detail kejadian yang menimpa Henry kepada Sekretaris KPU Yahukimo, tetapi dia tidak berani menjelaskan secara detail,” kata Sugeng.

"Kami hanya ingin mempertanyakan, apa niatnya (pelaku) sampai melukai dan menghabisi anak saya," ujar dia, seperti dilansir dari Tribun Jogja.

Baca juga: Staf KPU Yahukimo Papua Tewas Dibunuh, Korban Baru Setahun Bertugas

 

Bermimpi buat buku…

Di mata Sugeng, anaknya adalah sosok idealis. Dirinya juga pernah mendengar almarhum hendak membuat sebuah buku tentang pengalamannya bekerja di Papua.

"Saya menyarankan untuk Henry mencatat dan merekam kejadian di sana," kata dia.

Dirinya juga melihat Henry begitu antusias saat ditunjuk bertugas di Papua. Hal itu, kata Sugeng, merupakan pilihannya sendiri.

"Saat mendaftar dirinya memilih Papua sebagai lokasi tugas, Henry sendiri bekerja sebagai tenaga IT di sana," ujar dia.

Seperti diketahui, Henry merupakan lulusan Institut Teknologi Telkom (ITT) Telkom Purwokerto jurusan rekayasa perangkat lunak tahun 2018.

Baca juga: Polda Papua Kirim 3 Pejabat untuk Ungkap Pembunuhan Staf KPU Yahukimo

Saat ditemui di rumah duka di Sidokarto, Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sugeng mengatakan, Hendry mulai bertugas di Yahukimo sejak 2019.

"Tes tahun 2018 kemudian diterima Juni 2019. Saat ditempatkan di Yahukimo, dia senang tidak mengeluh tidak keberatan. Ia ingin menyumbang ilmunya di sana," kenang Sugeng.

Selama bertugas, anaknya tidak pernah mengeluh. Sugeng menganggap, Hendry mencintai pekerjaannya apalagi mengabdi untuk negara.

 

Tewas ditusuk usai antar obat

Seperti diberitakan sebelumnya, pria kelahiran 4 Juni 1995 itu tewas setelah diserang sekelompok orang di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua, Selasa (11/8/2020). 

Menurut keterangan Polda Papua, peristiwa penikaman terjadi ketika Hendry dan temannya mengantar obat untuk seorang rekan.

Namun, ketika perjalanan pulang, Hendry dan seorang rekan dicegat sekelompok orang.

Saat diminta KTP-nya, korban ditusuk dari belakang dengan menggunakan pisau.

Saat ini, polisi melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

(Penulis : Wisang Seto Pangaribowo, Dhias Suwadi, Fadlan Mukhtar Zain | Editor : Dony Aprian, Dheri Agriesta, David Oliver Purba)

Editor: Michael Hangga Wismabrata

Artikel Asli