Mengaku HRD, Sopir Angkot Perkosa 4 Perempuan Pencari Kerja

iNews.id Dipublikasikan 08.10, 03/08/2020 • Adi Haryanto
Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki didampingi Kasatreskrim, AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengintrogasi pelaku. Senin (3/8/2020) (Foto iNews/Adi Haryanto).
Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki didampingi Kasatreskrim, AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengintrogasi pelaku. Senin (3/8/2020) (Foto iNews/Adi Haryanto).

CIMAHI, iNews.id - Suherman yang mengaku sebagai Human Resource Departement (HRD) memperdaya 11 perempuan yang tertipu iklan lowongan kerja palsu di media sosial Facebook. Akibatnya korban kehilangan Rp500.000-Rp1,5 juta dan ditiduri di rumah pelaku.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan kasus tersebut terungkap setelah para korban melapor kepada petugas. Bahkan empat korban diajak hubungan intim oleh pelaku di rumahnya hingga kebun.

"Para korban yang tertarik iklan lowongan itu lalu dimintai uang, ada yang Rp500.000 hingga Rp1,5 juta. Totalnya ada 11 korban yang telah terlanjur menstransfer uang ke pelaku," kata Yoris yang didampingi Kasatreskrim, AKP Yohannes Redhoi Sigiro saat gelar perkara kasus ini di Mapolres Cimahi, Senin (3/8/2020).

Modus pelaku, kata dia memasang iklan lowongan pekerjaan di media sosial Facebook dan mengaku sebagai HRD. Ketika ada yang berminat, pelaku kemudian menjalin komunikasi lewat WA serta meminta ditransfer sejumlah uang sebagai syarat agar bisa cepat diterima.

Pelaku juga meminta kepada para korbannya untuk mengirimkan foto bugil sebagai syarat tes fisik kesehatan masuk kerja. Kemudian korban dimintai sejumlah uang tambahan sambil mengancam foto-foto tersebut disebarkan di medsos.

Berdasarkan laporan dan keterangan para korban akhirnya petugas berhasil menangkap pelaku di rumah mertuanya di Kampung Balakasap, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada 30 Juli 2020 sekitar pukul 16.00 WIB.

Pelaku mengakui perbuatannya dan uang yang didapat dari para korban untuk membeli HP dan hidup sehari-hari.

Atas perbuatan itu, pelaku dijerat Pasal 372 tentang Penggelapan, Pasal 378 tentang Penipuan dan Pasal 35 Undang-Undang nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi. Pelaku terancam hukuman 12 tahun penjara.

Sementara pelaku Suherman mengaku sudah menjalankan aksinya sejak Februari 2020. Saat memasang iklan lowongan kerja di Facebook dia memakai akun palsu dan memasang foto perempuan.

"Saya terinspirasi dari medsos melakukan penipuan ini. Tadinya cuma mau ngambil uangnya saja, tapi saya mintai foto bugilnya juga sama ajak berhubungan badan dengan dalih agar diterima kerja," kata dia.

Artikel Asli