Menelusuri Kontrakan Orang yang Diduga Cekoki Kucing dengan Ciu

kumparan Dipublikasikan 15.51, 17/10/2019 • Teuku Muhammad Valdy Arief
AAI diketahui mempunyai usaha kedai kopi dengan nama Artcoffee di Sidorejo, Selomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji/kumparan

Seorang pria yang belakangan diketahui berinisial AAI mengunggah sebuah video yang mempertontonkan kucing dicekoki minuman keras jenis ciu. Diunggah melalui akun @azzam_cancel, sang pengunggah pun dihujat warganet lantaran kelakuannya dianggap biadab.

Dari warganet pula si AAI ini diketahui mempunyai usaha kedai kopi dengan nama Artcofee di Sidorejo, Selomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. kumparan lantas menelusuri keberadaan kedai tersebut. Pada Kamis, (17/10) kedai berwarna putih hitam itu tampak tertutup dan sepi tanpa aktivitas dagang.

Bangunan tersebut milik Hartoyo (50). Dia juga bertempat tinggal persis di samping kedai tersebut. Saat sejumlah awak media datang dia tampak sudah tahu apa yang hendak ditanyakan padanya.

"Yang ngontrak di sini belum bayar cuma ngontrak. Belum pulang ke sini lagi dari kemarin tadi," kata Hartoyo.

Dia menjelaskan AAI dan beberapa temannya ngontrak ruko miliknya. Selain untuk jualan di situ pula AAI tinggal. Namun terakhir AAI belum membayar kontrakan tersebut. Kedainya pun lebih banyak tutup.

"Kejadiannya kapan itu? Makanya saya kaget. Kalau tutupnya sudah lama yang lain kuliah pada garap tugas. Patungan nggak cuma satu orang (kontraknya)," ujarnya.

AAI diketahui mempunyai usaha kedai kopi dengan nama Artcoffee di Sidorejo, Selomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji/kumparan

Hartoyo meyakini kejadian tersebut di Jawa Timur. Pasalnya, AAI memang sudah sejak Selasa (15/10) lalu pulang ke Tulungagung, Jawa Timur.

"Le ngetan (ke timur) Selasa lalu. Dia tinggal di sini tapi tidak bayar. Jangan disangkutpautkan ini. Kejadian pun juga di Tulungagung. Di sini tidak ada apa-apa," kata dia.

Sementara itu Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Muqowim mengonfirmasi AAI merupakan mahasiswanya angkatan tahun 2015. Dia mengatakan kejadian tersebut di luar kampus.

"Ya kalau secara institusi belum melihat tapi kita sudah mencoba mencari informasi mana yang benar. Itu kan soal pertanggung jawaban secara individu karena kejadian di Jawa Timur," kata Muqowim saat dihubungi wartawan.

Terkait adanya pihak yang melaporkan kasus tersebut, Muqowim mengatakan itu menjadi tanggung jawab pribadi lantaran kejadian tidak berhubungan dengan program kampus. Terkait apakah ada sanksi dari kampus pihaknya juga mengatakan ada aturan secara kemahasiswaan.

"Ya kalau itu nanti kita ada aturan yang kita lihat dulu secara kemahasiswaan seperti apa. Kita juga akan mengaitkan secara institusi," pungkasnya.

Artikel Asli