Menelisik Aset Tanah dan Properti Eks Dirut Garuda Ari Askhara

Kompas.com Dipublikasikan 14.47, 13/12/2019 • Rosiana Haryanti
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ercik Thohir mencopot Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara.

Pencopotan Ari dilakukan setelah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menemukan adanya penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Kedua barang mewah tersebut dibawa secara ilegal di pesawat baru milik Garuda berjenis Airbus A3330-900 Neo.

Baca juga: Ini Rincian Harta Tanah dan Properti Kapolri Baru

Adapun harga untuk Harley Davidson klasik tipe Shovelhead tahun 1972 berkisar Rp 800 juta. Sedangkan sepeda bermerek Brompton dijual dengan harga antara Rp 30 juta-Rp 80 juta.

Publik pun bertanya-tanya, berapa harta kekayaan Ari, sehingga dia mampu membeli barang-barang yang tak bisa dibilang murah?

Kompas.com mencari tahu dengan mengutip data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Ari tertanggal 28 Maret 2019/Periodik-2018.

Dalam laporan tersebut, tercatat harta kekayaan Ari sekitar Rp 37,56 miliar, yang terdiri dari koleksi mobil mewah.

Selain harta bergerak, Ari juga memiliki harta lain berupa tanah dan bangunan, seperti: 

1. Tanah seluas 135 meter persegi dan bangunan seluas 72,14 meter persegi di Bogor yang merupakan hasil sendiri. Kedua bidang tanah tersebut bernilai Rp 1,2 miliar.

2. Tanah dan bangunan seluas 123/45 meter persegi senilai Rp 425 juta di Bekasi. Aset tersebut diperoleh dari hasil pribadi.

3. Tanah seluas 2.000 meter persegi di Bogor dengan nilai Rp 9,8 miliar yang diperoleh dari hasil sendiri.

4. Tanah seluas 4.050 meter persegi di Buleleng senilai Rp 1,2 miliar. Ari memperolehnya lewat hasil pribadi.

5. Tanah di Buleleng seluas 3.450 meter persegi dengan nilai Rp 1 miliar yang didapatkan melalui hasil sendiri.

6. Tanah senilai Rp 2,9 miliar di Kota Denpasar. Adapun luas tanah yang diperoleh dari hibah tanpa akta tersebut sebesar 200 meter persegi.

7. Lahan seluas 200 meter persegi senilai Rp 3,25 miliar. Tanah tersebut berada di Gianyar dan didapatkan dari hibah tanpa akta.

8. Di ibu kota, tepatnya di Jakarta Timur, Ari juga memiliki tanah seluas 337 meter persegi serta bangunan dengan luas 208 meter persegi senilai Rp 3,5 miliar. Aset ini diperoleh melalui hibah tanpa akta. 

Penulis: Rosiana HaryantiEditor: Hilda B Alexander

Artikel Asli