Mendikbud Akan Bangun Kelas Bebas Asap di Wilayah Karhutla

kumparan Dipublikasikan 07.13, 17/09/2019 • Wisnu Prasetiyo
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Kemendikbud, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019). Foto: Darin Atiandina/kumparan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berencana akan membangun ruang kelas bebas asap di sekolah-sekolah yang terkena dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kita akan segera rapatkan kemungkinan untuk membangun atau menyiapkan yang namanya ruang belajar bebas asap, yang sudah ada teknologinya kerja sama dengan Kemendikbud dan ITB yang dilakukan pada 2015 untuk mengatasi asap tahun 2015.” kata Muhadjir di Kemendikbud, Jakarta Pusat, Selasa (17/9).

“Kan kalau ini nanti situasi makin parah, tidak mungkin kita biarkan anak tidak masuk sekolah. Jadi nanti akan kita minta sekolah-sekolah membangun atau men-design merancang ruang belajar jadi ruang belajar bebas asap,” ujar Muhadjir.

Muhadjir mengatakan cukup mudah membangun ruang kelas bebas asap. Tidak diperlukan teknologi yang rumit, biayanya tergolong murah dan hanya memerlukan waktu 2-3 Hari.

“Teknologinya sederhana kok itu, cuma perlu pakai heksos saja, jadi nanti ada jendela terbuka yang diberi daktarin untuk menyaring partikel, diberi pelembab, di dalam jg harus ada kipas angin untuk sirkulasi udara,” ujar Muhadjir.

“Di dalam (kelas) ada aquarium untuk menjaga kelembaban dan pergantian atau produksi oksigen bisa berjalan dengan baik atau bisa tanaman-tanaman interior yang bisa memproduksi oksigen,” kata Muhadjir.

Muhadjir mengatakan, SMK kana menjadi prioritas pertama Pembangunan ruang kelas bebas asap.

“Yang kita prioritaskan SMK karena mereka butuh praktik tidak mungkin di rumah,” ujar Muhadjir.

Artikel Asli