Menanti Balutan MCU dan DCEU dalam Mengangkat Unsur "Multiverse" ke Layar Lebar

Kompasiana Dipublikasikan 14.09, 01/07/2020 • Luqman Aryowidi
Sumber Gambar : https://screenrant.com/dc-confirms-marvel-part-multiverse/
Sumber Gambar : https://screenrant.com/dc-confirms-marvel-part-multiverse/

Dalam 10 tahun terakhir, industri perfilman didominasi genre "comic/superhero based" action, termasuk di Indonesia. Genre tersebut akhirnya didominasi oleh Marvel karena mampu menarik penonton dari semua kalangan dan menjadi ikon pop culture. Alasan utama Marvel sukses di pasar perfilman karena bisa mengenalkan konsep yang dimana untuk seiap filmnya selalu berkaitan, yang akhirnya disebut sebagai Marvel Cinematic Universe atau MCU.

Sejak itu, tren yang dibuat MCU akhirnya membuat banyak segala jenis cerita atau tokoh yang cukup terkenal di ranah pop culture diangkat ke layar lebar dan mulai melakukan produksi film tersebut dengan cara yang serupa, salah satunya DC Comics dengan DC Exteded Universe atau DCEU sebagai formasinya, dan Dark Universe dari studio Universal Picture. Meskipun ada beberapa film yang dianggap blunder dan overrated, MCU tetap menjadi pilihan utama penonton dalam film comic/superhero based action karena bisa menampilkan dan menjelaskan film-film yang sifatnya keberlanjutan atau kalau saya sendiri punya ucapan khususnya, yaitu "continous-linear timeline".

Kesuksesan besar MCU dalam cerita "Infinity Saga"nya membuat studio dari Disney tersebut menjadi lebih berani dalam membuat rencana besar untuk saga selanjutnya dan saat perilisan film sekaligus serial untuk "phase 4". sudah jelas MCU akan membawa unsur cerita yang sangat populer di kalangan pecinta komik, yaitu Multiverse.

Flash CW bertemu dengan Flash DCEU dalam acara spesial "Crisis on Infinite Earth". Sumber Gambar : https://www.inverse.com/

Unsur "Multiverse" sebenarnya sudah lama dijadikan bahan untuk membuat plot besar dan unsur tersebut sangat populer bagi Marvel Comics dan juga DC Comics. Kosep "Multiverse" dalam komik pada dasarnya adalah adalah "sekelompok alternatif Bumi atau planet yang serupa tetapi berbeda".

Pertama kali Marvel mengenalkan unsur "Multiverse" pada tahun 1971 di komik "Avengers" isu nomor #85-86, dimana para anggota Avengers bertemu dengan sekelompok pahlawan dengan The Squadron Supreme, yang sebenernya adalah kelompok penjahat dengan nama Squadron Sinister. Namun, konsep "Multiverse" dijelaskan secara mendalam dan diperluaskan diceritakan di komik "What If", seri yang menampilkan realitas alternatif. Seri "What If" telah memiliki lima volume sepanjang tahun, mulai dari seri jangka panjang hingga mini seri pendek.

Sedangkan DC mulai memperkenalkan "Multiverse" pada tahun 1953 di komik "Wonder Woman"isu nomor #59 yang menceritakan petualangan Wonder Woman di "Twin Earth" dan konsep "Multiverse" ala DC dijelaskan lebih mendalam di komik "Flash" isu nomor #123 yang menceritakan petualangan "New Flash" di dunia "Old Flash" sekaligus mengenalkan konsep "Earth 1" dan "Earth 2", istilah untuk mengklasifikasikan penghuni serta untuk Bumi serta alternasi Bumi lainnya.

Meskipun kedua publisher komik tersebut sama-sama mengklaim bahwa DC dan Marvel berbagi "Multiverse" yang sama dan berhubungan, namun baik DC dan Marvel tentu mempunyai keunikan tersendiri dan berbeda antar satu sama lain. Dalam "Multiverse" khas DC terdiri dari banyak alam semesta yang ada di ruang fisik korah (semacam ruang berbentuk lingkaran) yang sama, dipisahkan dengan jarak kecepatan cahaya dan getaran yang berbeda.

"Multiverse" di jagad DC Comic terbentuk akibat perbuatan Krona, mahluk extraterrestrial kuno, yang melakukan kesalahan fatal saat membuat mesin ruang dan waktu sehingga mengakibatkan "Big Bang" dan melahirkan banyak tatanan "Multiverse" yang berhubungan dengan jagad lainnya.

Peta resmi DC dalam menjelaskan struktur Multiverse ala DC. Sumber Gambar : https://dc.fandom.com/wiki/MultiverseSedangkan Marvel, terbentuknya realita lainnya karena diakibatkan variasi keputusan yang diambil oleh setiap karakter yang bersangkutan, dan setiap keputusan yang diambil, baik benar atau salah, menjadi satu titik yang dimana suatu "Universe" bisa menyimpang. Hal ini dijelaskan di komik serial "What If" yang menceritakan  tokoh-tokoh Marvel diluar alur cerita utama akibat keputusan mereka sendiri.

Berbeda dengan DC yang dimana setiap jagad atau planet bisa berhubungan karena masih di satu ruang lingkup, "Multiverse" khas Marvel adalah "Infinite Possibilities", yaitu jagad di Marvel Comics akan selalu muncul dunia paralel baru dan berkembang hingga ada satu titik yang dimana bisa berhubungan dengan dunia lainnya, membuat hubungan antar "Multiverse" dalam Marvel sendiri tidak terlalu menonjol jika dibandingkan dengan DC.

Sedangkan Marvel, belum ada peta resminya karena konsep Infinite Possibilites mempengaruhi unsur Multiverse-nya. Sumber Gambar : https://marvel.fandom.com/Dalam layar lebar, "Multiverse" sebenarnya sudah diperlihatkan walau hanya sedikit. Dalam MCU, konsep "Multiverse" sudah diperkenalkan di film "Dr. Strange", "Ant-Man" 1 dan 2, juga "Avengers: Endgame". Sedangkan di DCEU, adegan "Knightmare" di film "Batman v Superman : Dawn of Justice" menjadi adegan pertama yang memperlihatkan unsur "Multiverse" setelah The Flash mengunjungi Bruce melalui "Speed Force", kemampuan The Flash untuk melakukan perjalanan mengunjungi ruang dan waktu yang berbeda atau "time and space travelling". Melihat pola alur cerita, baik MCU dan juga DCEU, bahwa petualangan para "superheroes" kita akan lebih menonjolkan unsur "Multiverse" di film yang akan datang. Hal ini juga diperkuat karena agenda film, serta rumor aktor yang akan berperan.

Dalam kalender MCU film "Dr.Strange in the Multiverse of Madness" serta serial "What If? Membuat para fans semakin yakin bahwa akan ada konflik dengan unsur "Multiverse" yang pada akhirnya setiap alur plot di film MCU "phase 4" akan berakhir di salah satu "event" terbesar dalam sejarah komik Marvel selain "Inifinty War", yaitu "Secret War". Selain itu, ada rumor kuat bahwa Tobey Maguire akan memerankan salah satu alternasi Spiderman di salah satu film MCU.

Sedangkan DCEU, setelah "Zack Snyder"s Justice League" bakal tayang tahun depan di platform HBO Max, keberlanjutan terkait dengan konsep "Snydervision" untuk trilogi Justice League kemungkinan besar akan dilanjutkan kembali. Setelah dipastikan tayang, kabar terbaru terkait Justice League akan memperlihatkan Batman versi Thomas Wayne saat event "Flashpoint" di salah satu trilogi Justice League.

Selain itu, rumor antara Micheal Keaton dan juga Christian Bale kabarnya ditawarkan untuk mempertimbangkan untuk memerankan kembali sebagai Batman di film "The Flash", yang dimana film tersebut menjadi film krusial dalam membangun alur trilogi Justice League.

"Dr.Strange 2" dipastikan menjadi pamungkas dalam memainkan unsur "Multiverse", sedangkan Batman/Thomas Wayne direncanakan untuk plot "Flashpoint". Sumber gambar : Dr.Strange (https://marvelcinematicuniverse.fandom.com/wiki/Doctor_Strange_in_the_Multiverse_of_Madness) , Thomas Wayne ( https://dc.fandom.com/wiki/Thomas_Wayne_(Flashpoint_Timeline) Melihat agenda film MCU serta kabar terkait produksi ulang untuk agenda kalender film DCEU, tidak lama lagi bahwa unsur "Multiverse" akan menjadi andalan masing-masing studio untuk bersaing di layar lebar. Meskipun prospek film-film MCU akan lebih ramah dalam memperlihatkan konflik "Multiverse", bukan berarti film-film DCEU tidak mampu memaksimalkan keunikan "Multiverse" DC yang sangat kompleks namun atraktif. Baik MCU dan DCEU mempunyai alur cerita yang berbeda dan masing-masing mempunyai kekhasan yang unik, namun yang pasti bahwa unsur"Multiverse" akan diangkat ke layar lebar dalam waktu dekat.

Penulis: Luqman Aryowidi

Artikel Asli