Memasuki Hamil 4 Bulan, Ini Perkembangan pada Ibu dan Janin

SehatQ Dipublikasikan 09.00, 11/07 • Nenti Resna
Memasuki Hamil 4 Bulan, Ini Perkembangan pada Ibu dan Janin
Ilustrasi seorang ibu yang hamil 4 bulan

Memasuki usia hamil 4 bulan, Anda mungkin tidak lagi merasakan gejala-gejala yang merepotkan di awal kehamilan, seperti mual dan muntah. Akan tetapi, gejala-gejala lain, seperti heartburn, konstipasi, begah, pusing, dan napas pendek biasanya akan muncul.

Selain itu, perut ibu akan membuncit secara signifikan. Perubahan juga terjadi pada payudara, seperti puting dan areola yang membesar serta berwarna lebih gelap. Pada periode ini, Anda akan mulai merasakan gerakan-gerakan dari dalam kandungan.

Perkembangan janin saat hamil 4 bulan

Setelah 16 minggu, kehamilan telah berumur 4 bulan. Bayi dalam kandungan kian aktif karena fisik dan sarafnya mulai berkembang pesat. Berikut adalah perkembangan janin yang terjadi pada usia hamil 4 bulan, mulai dari minggu ke-17 hingga minggu ke-20.

1. Usia kehamilan 17 minggu

Pada saat memasuki usia kehamilan 17 minggu, bayi akan memiliki perkembangan sebagai berikut:

  • Bayi umumnya berukuran sekitar 13 cm dengan berat sekitar 140 gram.
  • Bayi sudah mulai memiliki sidik jari.
  • Perkembangan penting mulai terjadi pada sistem saraf, seperti sumsum tulang belakang yang mulai dilapisi myelin. Hal ini membuat pesan dari saraf menuju ke otak bekerja lebih baik.
  • Sistem pendengaran semakin baik.
  • Ukuran kepala dan tubuh semakin proporsional.
  • Mata akan mulai bergerak menghadap ke depan.
  • Tulang tengkorak mulai mengalami pengerasan.

2. Usia kehamilan 18 mingggu

Pada saat memasuki usia kehamilan 18 minggu, berikut ini adalah perkembangan bayi dalam kandungan.

  • Bayi umumnya berukuran 14,2 cm dengan berat mencapai 190 gram.
  • Posisi telinga telah berada di tempatnya di samping kepala bayi.
  • Alis akan mulai terbentuk.
  • Otot mata mulai berkedut.
  • Pada saat ini, bayi akan terbentuk semakin jelas seperti manusia. Khususnya area kepala yang mulai berukuran lebih kecil dari tubuhnya dan organ mulai berada di posisi seharusnya.
  • Jika memiliki bayi perempuan, maka vagina, rahim, dan tuba falopi telah terbentuk.
  • Jika memiliki bayi laki-laki, testis telah bergerak ke arah panggul dan penis mulai terbentuk.
  • Kaki bayi mulai memanjang.

3. Usia kehamilan 19 minggu

Berikut adalah beberapa perkembangan pada janin di usia kehamilan 19 minggu.

  • Bayi umumnya berukuran 15,3 cm dengan berat sekitar 240 gram.
  • Pada saat ini, lengan dan kaki bayi juga mulai memiliki proporsi yang baik dibandingkan ukuran tubuhnya.
  • Rambut tipis akan mulai muncul pada kulit kepala.
  • Otak mulai mengembangkan bagian terpisah dengan fungsi khusus masing-masing untuk pendengaran, penciuman, penglihatan, perasa, dan juga peraba.

4. Usia kehamilan 20 minggu

Jika sebelumnya bayi diukur dari kepala ke bagian bokongnya, saat usia kehamilan 20 minggu, panjang bayi diukur dari kepala hingga ke kakinya. Pada akhir usia hamil 4 bulan, berikut ini adalah perkembangan yang terjadi:

  • Bayi umumnya berukuran 25,6 cm dengan berat kurang lebih 300 gram.
  • Bayi mulai semakin aktif di dalam perut. Meregang, menendang, serta menghisap jari-jarinya.
  • Kulit semakin berkembang. Zat lemak yang licin bernama vernix caseosa mulai terbentuk di pori-pori kulit. Zat ini berperan dalam mempersiapkan kulit untuk beradaptasi saat menghadapi perubahan dari kondisi dalam rahim (basah) menjadi kehidupan setelah kelahiran (kering).

Itulah perkembangan bayi hingga akhir usia hamil 4 bulan. Ukuran dan berat bayi mungkin akan berbeda. Pada saat ini, bayi sudah setengah jalan menuju kelahiran dan Anda sudah bisa mengetahui jenis kelaminnya melalui ultrasonografi.

Bagaimana jika perkembangan janin tidak sesuai yang diharapkan?

Gangguan pada perkembangan bayi dinamakan intra uterine growth restriction (IUGR), yakni gangguan yang ditandai dengan kondisi bayi berukuran lebih kecil dari seharusnya, jika dibandingkan usia kehamilan. Hal ini bisa terjadi dikarenakan beberapa faktor risiko, yakni:

  • Masalah pada kondisi ibu
  • Masalah pada kondisi rahim dan plasenta
  • Masalah pertumbuhan bayi yang terganggu.

Bayi dengan IUGR harus mendapatkan pengawasan ekstra dan bayi mungkin akan lahir lebih cepat (prematur).

  • Dokter atau bidan akan melakukan pemindaian mingguan untuk mengukur volume cairan ketuban dan aliran Doppler .
  • Pemeriksaan setiap dua minggu sekali untuk mengukur pertumbuhan janin.

Jika bayi mengalami IUGR maka tindakan akan disesuaikan dengan kondisi bayi dan usia kandungan. Ibu hamil akan diminta memperbaiki asupan nutrisi dan beristirahat dengan cukup. Jika diperlukan, dokter kandungan akan memberikan pengobatan sesuai dengan sakit atau kelainan yang muncul.

Artikel Asli