Melihat Prestasi Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' dan '27 Steps of May'

kumparan Dipublikasikan 08.18, 22/11/2019 • Anissa Sadino
Poster film 'Kucumbu Tubuh Indahku'. Dok: IMDb

Festival Film Indonesia (FFI) 2019 akan diselenggarakan pada 12 Desember mendatang. Tahun ini, FFI memiliki 21 nominasi, beberapa di antaranya adalah 'Film Panjang Terbaik', 'Sutradara Terbaik', 'Pemeran Utama Pria Terbaik', 'Pemeran Utama Wanita Terbaik', 'Festival Pemeran Pendukung Pria Terbaik', dan 'Pemeran Pendukung Wanita Terbaik'.

Tercatat, ada sekitar 123 film yang memenuhi persyaratan penilaian dalam FFI 2019. Film-film yang diseleksi adalah film-film yang sudah ditonton di bioskop periode 1 Oktober 2018 hingga 30 September 2019.

Salah satu film yang menjadi sorotan dalam FFI tahun ini adalah '27 Steps of May' dan 'Kucumbu Tubuh Indahku'. Kedua film ini juga bersaing untuk membawa pulang penghargaan 'Film Panjang Terbaik' di FFI 2019.

Poster film '27 Steps of May'. Dok: IMDb

Sebelum tayang di layar lebar Tanah Air, kedua film ini lebih dulu tayang di festival film internasional. Sebagai film festival, kedua film ini juga banyak mendapat penghargaan bergengsi di festival film.

Menariknya, kedua film ini juga sempat bersaing dalam pemilihan film yang akan mewakili Indonesia di Academy Awards 2020. Menarik bila kita mengulas bagaimana perjalanan kedua film festival tersebut, hingga masuk ke dalam nominasi FFI.

Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' dan '27 Steps of May' Foto: Sabryna Putri Muviola
  • *Kucumbu Tubuh Indahku *

Di FFI, film karya sutradara Garin Nugroho ini masuk ke dalam 12 nominasi, yaitu 'Film Cerita Panjang Terbaik', 'Sutradara Terbaik', 'Pemeran Utama Pria Terbaik', 'Pendukung Pria Terbaik' untuk dua aktor, 'Penyunting Gambar Terbaik', 'Penata Busana Terbaik', 'Penata Rias Terbaik', 'Penata Suara Terbaik', 'Penata Musik Terbaik', 'Pengarah Artistik Terbaik', dan 'Penulis Skenario Asli Terbaik'.

Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' atau 'Memories of My Body' tayang perdana di Festival Film Internasional Venesia ke-75 pada awal September 2018. Film ini juga meraih penghargaan Venice Independent Film Critic 2018, kemudian Film Terbaik di Festival Des 3 Continents 2018, dan Asia Pacific Screen Awards 2018.

Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Foto: YouTube Fourcolours Films

Setelah tayang 18 April lalu di bioskop Tanah Air, film yang dibintangi Muhammad Khan dan Randy Pangalila ini sempat diliputi kontroversi. Hal itu lantaran judul film tersebut dianggap seronok, serta menampilkan tema lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Merasa film ini tidak baik, sejumlah orang bahkan membuat petisi untuk memboikot film tersebut. Petisi berjudul 'Tolak penayangan film LGBT dengan judul ʻKucumbu Tubuh Indahku’' itu menolak penayangan dan penyebarluasan film tersebut.

Meski begitu, film 'Kucumbu Tubuh Indahku' menjadi perwakilan mewakili Indonesia di ajang Academy Awards 2020 untuk kategori 'Best Foreign Language Film'.

Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Foto: YouTube Fourcolours Films

'Kucumbu Tubuh Indahku' berkisah tentang perjuangan hidup Juno (Muhammad Khan) dari kecil hingga dewasa, dan perjalanannya menjadi seorang penari Lengger, penari laki-laki yang memiliki karakter yang feminin.

Sejak kecil, ia tinggal tanpa ayah dan ibu serta kerap berpindah-pindah rumah tinggal. Seiring berjalannya waktu, Juno mulai mengenal kasih sayang dari orang-orang di sekelilingnya, mulai dari guru tari, bibi penjual ayam, paman penjahit, seorang petinju, seorang Warok, dan Bupati.

  • *27 Steps of May *

Film ‘27 Steps of May’ juga menjadi film yang masuk ke dalam nominasi 'Film Panjang Terbaik' di FFI 2019. Film garapan sutradara Ravi L. Bharwani ini mendapat 9 nominasi, beberapa di antaranya 'Sutradara Terbaik' dan 'Film Panjang Terbaik'.

Film '27 Steps of May' tayang perdana di Busan International Film Festival 2018 dan telah mengikuti berbagai festival film internasional, seperti Cape Town Film Festival di Afrika Selatan dan Goteborg Film Festival di Swedia.

Film ini juga meraih penghargaan sebagai 'Film Terbaik' (Golden Hanoman Award) kategori 'Film Panjang Asia' terbaik di Jogja-NETPAC Asian Film Festival pada November 2018. Rayya Makarim sebagai penulis skenario juga memenangkan penghargaan di Festival Film Tempo.

Raihaanun di film '27 Steps of May' Foto: YouTube/27 Steps of May

Belum lama ini, film yang dibintangi Lukman Sardi dan Raihanun itu juga mendapat penghargaan internasional di ajang The 3rd Malaysia Golden Global Awards (MGGA 2019), Malaysia International Film Festival. Acara ini digelar di Istana Budaya, Kuala Lumpur, pada 20 Juli 2019.

Dalam ajang tersebut, film '27 Steps of May' membawa pulang dua penghargaan. Pertama adalah 'New Hope Award' dan kedua adalah 'Best Actor' yang diberikan kepada Lukman Sardi.

Film yang tayang perdana di bioskop Tanah Air pada 29 April 2019 ini bercerita tentang perempuan bernama May (Raihaanun) yang mengalami trauma akibat kekerasan seksual yang ia alami saat berusia 14 tahun.

Film 27 Steps of May karya Ravi Bharwani. Foto: Dok.Amygdala Publicist

Film yang terinspirasi dari fenomenal sosial yang terjadi pada Mei 1998 ini tidak hanya bercerita tentang dampak pemerkosaan pada kehidupan May, tetapi juga menyorot sosok Bapak May (Lukman Sardi) yang sangat terpukul dan terus menyalahkan dirinya karena tidak dapat menjaga anaknya.

Dari kedua film tersebut, mana film favoritmu?

Artikel Asli