Melanjutkan penurunan, harga emas semakin menjauh dari rekor tertinggi

Kontan.co.id Dipublikasikan 16.51, 10/08 • SS. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Harga emas turun tipis pada Senin (10/8), semakin menjauh dari rekor puncak. Sebab, dollar negeri uak Sam memberi keuntungan lebih lanjut, dengan investor berhati-hati pada perselisihan AS-China. 

Mengutip Bloomberg, harga emas spot turun 0,29% menjadi US$ 2.029,74 per ons troi pada pukul 23.34 WIB. Sementara harga emas berjangka AS justru naik 0,56% ke posisi US$ 2.039,40 per ons troi. 

Harga emas mencapai rekor tertinggi di level US$ 2.072,50 pada awal perdagangan Jumat (7/8) pekan lalu, tapi kemudian merosot sekitar 1% bahkan sempat anjlok hingga 2,5%, tertekan kenaikan dollar AS. 

"Kami melihat sedikit potensi puncak (dalam harga emas) dalam jangka pendek hingga menengah. Dan karena rebound dollar, kami melihat sedikit penurunan selama beberapa hari ke depan," kata Michael Hewson, Kepala Analis Pasar CMC Markets, Inggris. 

Baca Juga: Harga emas spot kembali melemah terseret penguatan dolar AS

"Meski harga emas bisa turun lebih jauh menuju US$ 2.000 atau lebih rendah karena investor membukukan keuntungan, bullion belum kehilangan kilau," tambahnya kepada Reuters. 

Dollar AS terkadang menjadi tempat perlindungan yang disukai di tengah eskalasi antara Washington dan Beijing, dan mencapai level tertinggi hampir satu minggu pada hari sebelumnya.

Apalagi, investor sedang fokus pada stimulus fiskal di AS menjelang pembicaraan perdagangan pada 15 Agustus antara Washington dan China di tengah hubungan yang sedang memanas.

Sebelumnya, China mengatakan, akan menjatuhkan sanksi terhadap pejabat AS, setelah Washington memberikan sanksi kepada pejabat Hong Kong dan China pada Jumat (7/8) pekan lalu. 

Baca Juga: Harga emas 24 karat Antam hari ini turun Rp 1.000 per gram, Senin 10 Agustus 2020

Paket stimulus global yang belum pernah terjadi sebelumnya karena pandemi virus corona baru telah mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, mendorongnya 34% lebih tinggi sepanjang tahun ini. 

"Selama harga tetap di atas US$ 2.000, momentum bullish dapat berlanjut, karena kelaparan akan emas masih di puncaknya," kata Kepala Analis ActivTrades Carlo Alberto De Casa dalam sebuah catatan yang Reuters kutip.

Artikel Asli