Meghan Markle Tampak Menahan Tangis dalam Tayangan Dokumenter ITV

kumparan Dipublikasikan 08.23, 21/10/2019 • Masajeng Rahmiasri
Meghan Markle dalam acara dokumenter ITV. Foto: YouTube/@ITVNews

Baru-baru ini, penggemar Meghan Markle tengah ramai membicarakan sebuah video dokumenter berjudul ‘Harry & Meghan: An African Journey’. Sebab, dalam salah satu cuplikan video garapan ITV itu, Meghan terlihat sangat emosional dan berusaha menahan tangis ketika diwawancara oleh wartawan ITV, Tom Bradby. Terutama, saat ia membicarakan kesulitannya karena harus berhadapan dengan sorotan media saat mengandung dan melahirkan anaknya, Archie Harrison.

Meski selama ini tak pernah membicarakan mengenai perasaannya secara terbuka, Meghan akhirnya mengutarakan kesulitannya dalam siaran dokumenter itu. Dalam cuplikan yang telah dibagikan oleh ITV, penonton bisa melihat bagaimana Meghan Markle berusaha menahan luapan emosinya sambil membicarakan soal tekanan yang dialaminya.

"Semua perempuan--terutama saat mereka mengandung--sangatlah rentan (secara emosional). Jadi, rasanya begitu menantang," tutur Meghan.

"Lalu, kau memiliki anak yang baru lahir, dan, terutama bagi perempuan, ada begitu banyak yang harus kami hadapi. Ditambah pengalaman menjadi ibu baru, pasangan yang baru menikah," ujarnya terbata-bata.

Setelah itu, Meghan sempat berterima kasih kepada wartawan yang mewawancarainya, Tom Bradby, karena ia menanyakan mengenai perasaannya.

"Karena, tak banyak orang yang bertanya apakah saya baik-baik saja," ungkap Meghan. "Namun, perjuangan itu sungguh nyata di balik ini semua," ujarnya menambahkan.

Selanjutnya, Tom Bradby pun bertanya apakah ia bisa menyimpulkan bahwa Meghan memang tidak baik-baik saja dan merasa kesulitan. Akhirnya, sang Duchess of Sussex mengangguk dan menjawab, "Ya."

Setelah disiarkan, video ini pun mendapat begitu banyak tanggapan dari netizen. Banyak penggemar Meghan merasa tersentuh sekaligus sedih karena pengakuan jujur istri Pangeran Harry tersebut. Ada yang bersimpati dengannya dan ada juga yang memujinya karena berani mengungkapkan kesulitannya.

Tak hanya itu, mereka juga menggunakan tagar bertajuk '#WeLoveYouMeghan' untuk menunjukkan dukungan kepada Meghan Markle. Menurut Harper's Bazaar, tagar tersebut digunakan setelah penulis berdarah Inggris, Greg Hogben, mengajak para pengikutnya di Twitter untuk mulai menggunakan tagar tersebut.

Sehubungan dengan tekanan yang ia hadapi dari tabloid Inggris, baru-baru ini, Meghan Markle dan Pangeran Harry mengumumkan akan menuntut media Inggris, Mail on Sunday, karena telah membocorkan isi surat pribadi Meghan kepada ayahnya. Dalam sebuah pengumuman resmi, Pangeran Harry mengecam sekelompok media Inggris yang dirasanya memiliki 'standar ganda', lantaran memberitakan hal positif setelah lama mengabarkan hal buruk mengenai Meghan Markle.

Artikel Asli