Mayoritas OTG Covid-19 Tak Sadar Paru-Paru Mereka Rusak dan Memutih

Jawapos Diupdate 07.17, 12/08 • Dipublikasikan 14.17, 12/08 • Banu Adikara
Mayoritas OTG Covid-19 Tak Sadar Paru-Paru Mereka Rusak dan Memutih

JawaPos.com – Pasien Covid-19 yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) memang tidak merasakan gejala apa-apa seperti batuk, demam, dan sesak napas. Tapi mereka tak boleh menganggap sepele, sebab dari hasil pemeriksaan CT Scan, kondisi paru-paru mereka sebetulnya rusak dan memutih.

Secara umum, para ilmuwan telah menemukan jejak virus Korona pada orang tanpa gejala atau ‘silent spreaders’. Sekitar 40 persen dari mereka yang terinfeksi virus Korona tetapi asimtomatik, tidak memiliki gejala seperti demam, kelelahan, batuk parah, mual, dan gangguan indera. Sebagian besar OTG tak menyadari bahwa paru-paru mereka terganggu.

Dilansir dari Science Times, Rabu (12/8), Peneliti Dr. Eric Topol dari Scripps Translational Research Institute dan Daniel Oran menemukan bukti medis dalam serangkaian sinar-X jantung dan paru-paru. Pemindaian tomografi komputer (CT) pasien asimtomatik memiliki ‘ground-glass opacities’ atau area putih keruh di paru-paru.

Dalam empat penelitian terpisah pada OTG, sekitar 50 persen memiliki kekeruhan di paru-paru mereka. Kekeruhan yang sama ditemukan di paru-paru pasien dengan gejala virus Korona yang parah.

Satu studi yang melibatkan lebih dari 3.500 penumpang di kapal pesiar Diamond Princess menunjukkan bahwa 331 dari 712 orang yang dites positif Covid-19 tidak menunjukkan gejala. Paru-paru 76 penumpang asimtomatik diperiksa. Lebih dari 50 persen dari mereka memiliki paru-paru dengan kekeruhan memutih.

Peneliti Aileen Marty dari Florida International University menjelaskan bahwa warna keruh merupakan tanda adanya peradangan di paru-paru. Dia melihat tanda yang sama pada pasiennya, sekitar 67 persen di antaranya tidak menunjukkan gejala tetapi mengalami perubahan pada CT scan paru-parunya.

Paru-paru mereka sakit meski tanpa gejala. Para ahli belum menentukan apakah kekeruhan bersifat sementara atau permanen. Mereka juga tidak tahu apakah infeksi itu akan menyebabkan fibrosis paru atau jaringan parut.

“Menurut saya jika Anda masih muda dan memiliki cadangan paru-paru yang cukup, sepertinya aman dan masih dapat berfungsi dengan baik,” kata Marty.

Kekeruhan yang sama juga ditemukan pada anak-anak tanpa gejala dari Wuhan, Tiongkok. Tanda-tanda peradangan konsisten dengan gejala peradangan yang umum terjadi pada anak-anak dengan virus Korona berat.

Pejabat Departemen Kesehatan Palm Beach County Alina Alonso ragu-ragu tentang pembukaan kembali sekolah karena alasan ini. Bagaimana jika kerusakan paru-paru pada anak-anak dapat menyebabkan masalah paru-paru kronis.

Ahli daribValentina Puntmann dari University Hospital Frankfurt, Jerman, mencari tanda-tanda kerusakan jantung pada orang tanpa gejala. Mereka menemukan tingkat troponin yang tinggi, yaitu protein yang dilepaskan otot jantung saat terjadi kerusakan. “Namun, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan karena jantung yang normal terkadang dapat meningkatkan kadar troponin juga,” jelas Topol.

Artikel Asli