Mau Ngasih Pelajaran ke Pengendara yang Lawan Arus, Remaja Ini Nyamar Jadi Polisi Gadungan

hai-online.com Dipublikasikan 02.55, 14/11/2019 • Bayu Galih Permana
NF, remaja 13 tahun yang diamankan karena menyamar menjadi polisi gadungan.

HAI-Online.com - Seorang remaja 13 tahun berinisial NF baru-baru ini diamankan Polsek Ciputat karena nekat menyamar menjadi polisi gadungan dan menghalau pengendara yang melawan arus di kolong flyover Ciputat, Tangerang Selatan.

Diamankan pada Rabu (13/11) kemarin, NF melancarkan aksinya dengan menggunakan seragam lengkap kepolisian, mulai dari kaos abu-abu, celana, hingga helm, bahkan juga membawa motor trail hitam bertuliskan 'police'.

Berikut sejumlah fakta terkait remaja di Tangerang Selatan yang diamankan karena nekat menjadi polisi gadungan, seperti dirangkum HAI dari Kompas.com.

1. Bermula dari laporan warga

Melakukan aksinya sejak 9.30 WIB, aksi NF sebagai polisi gadungan terbongkar usai warga sekitar mendapatkan informasi adanya petugas yang menghalau pelawan arus dan meminta tarikan uang kepada mereka.

Melihat hal tersebut, warga pun kemudian langsung menghubungi polisi karena NF nggak dapat menunjukkan kartu keanggotaannya.

2. Ingin pengendara melintas di jalur yang benar

Menurut keterangan Kapolsek Ciputat Kompol Endy Mahandika, NF nekat menyamar menjadi polisi karena dia ingin pelawan arus dapat melintas di jalur yang benar supaya nggak membahayakan nyawa diri mereka sendiri dan orang lain.

"Yang bersangkutan bahwasanya dia hanya meminta pengendara yang melawan arus melintas sesuai dengan jalur yang benar. Dia melihat melawan arus membahayakan terus menghalau, cuma caranya salah," ujarEndy, sambil menjelaskan bahwa pihaknya akan membina NF.

 

3. Seragam polisi didapat dari kampung halaman

NF, remaja 13 tahun yang diamankan karena menyamar menjadi polisi gadungan.' (Dok. Polsek Ciputat)

Saat dimintai keterangan mengenai seragam yang dipakai, NF mengaku bahwa dia mendapatkan pakaian polisi berupa kaos abu-abu, celana coklat taktikal, hingga sepatu ala polisi dari kampung halamannya.

Selain itu, NF mengaku bahwa keluarganya nggak ada yang menjadi anggota kepolisian, di mana dia nekat melakukan aksinya hanya karena tergerak untuk membantu polisi.

"Bukan (keluarga anggota). Dan juga enggak ada aksi pemalakan. Ya mungkin dia tergerak aja," terangnya menambahkan.

4. Memiliki cita-cita untuk menjadi polisi

Nggak cuma tergerak untuk membantu petugas, NF menjelaskan bahwa aksi tersebut dilakukan karena dia memiliki cita-cita untuk menjadi polisi.

"Anak di bawah umur, usianya baru 13 tahun, saat diperiksa dia bilang punya cita-cita pingin jadi polisi," tutup Endi.

Salut sih buat NF karena udah berani membantu polisi untuk memperingati para pengendara yang melawan arus! Semoga cita-citanya untuk menjadi polisi di kemudia hari dapat terwujud ya. (*)

Artikel Asli