Masker Langka, Warga Makassar Beralih Buru Antiseptik dan Tisu Basah

SINDOnews Dipublikasikan 08.49, 04/03/2020 • INews.id
Masker Langka, Warga Makassar Beralih Buru Antiseptik dan Tisu Basah
Pegawai apotek Kimia Farma Makassar mengecek ketersediaan masker. (Foto: iNews/Andi Deri).

Warga di Kota Makassar, Sulsel, kini tidak lagi berusaha mencari masker di apotek maupun toko alat kesehatan. Mereka mulai beralih memburu gel pembersih tangan atau hand sanitizer, cairan antiseptik dan tisu bersih guna menjaga kebersihan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

Pegawai Apotek Kimia Farma Makassar, Wahyu Wira Utami, mengatakan pengunjung saat ini banyak mencari hand sanitizer, serta antiseptik dan tisu basah. "Karena masker sudah kosong sejak beberapa hari terakhir," kata Utami kepada di Kota Makassar pada Rabu (4/3/2020).

Kekhawatiran terkait penyebaran virus corona membuat warga ramai-ramai berburu masker. Alhasil, keberadaan masker di apotek maupuan toko alat kesehatan kini langka dan kalau pun ada harganya melonjak. Fenomena itu terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia.

Menurut Utami, stok masker sudah mulai menipis sejak wabah virus korona muncul pada awal Januari lalu. Tidak sampai akhir bulan, ketersediaan masker di Apotek Kimia Farma Makassar sudah habis.

Dia mengakui apoteknya sudah menaikkan harga masker. Sebab distributor juga menjual barang tersebut dengan harga yang tinggi, sehingga dia terpaksa mengangkat harga jual ke pembeli.

"Biasanya kami jual satu boks itu Rp56.000, sekarang bisa lebih. Jadi kami jual sasetan seharga Rp15.000 - Rp20.000. Langkah ini juga bertujuan agar semua kebagian membeli masker," katanya.

Warga di Kota Makassar, Ayu Rahmi, mengatakan saat ini sangat sulit mencari masker, lebih-lebih ada pengumuman kalau dua WNI positif terinfeksi virus korona di Jakarta.

"Setiap apotek langsung habis. Kalaupun ada harganya bisa sampai Rp200.000 per boks, bahkan di online mencapai Rp700.000 per boksnya," tandasnya

Artikel Asli