Marshanda: Usia 17 Tahun Gue Didiagnosis Depresi, Enggak Ada yang Tahu

Kompas.com Dipublikasikan 14.47, 15/10/2019 • Dian Maharani
KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN
Marshanda seusai shooting program bincang-bincang Brownis di Studio Trans TV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bintang sinetron Andriani Marshanda blak-blakan soal penyakit mental yang dimilikinya sejak remaja.

Marshanda mengaku pernah didiagnosis depresi saat masih berusia 17 tahun.

"17 (tahun) gue didiagnosa depresi, orang engak ada yang tahu. 20 (tahun) gue diagnosa bipolar," ujar Marshanda dalam akun YouTube pribadinya MARSHED seperti dikutip Kompas.com, Selasa (15/10/2019).

Marshanda menceritakan, sebelum didiagnosis depresi, ia pernah berdoa ke Tuhan agar diberikan warna dalam hidupnya dan karakter dalam dirinya.

Baca juga: Marshanda: di Eropa Pergi ke Terapis Itu Wajar, di Indonesia Masih Stigma

"Beberapa hari kemudian (setelah doa) gue ngehang bro. Lo ngerti enggak sih, tiba-tiba lo kayak, kalau kata orang desa, lo kerasukan. Orang banyak ngira gue kesurupan. Sumpah," tutur Marshanda.

Marshanda masih ingat ketika ia dibawa pergi rukiah karena dikira kerasukan. Namun, menurut Marshanda, saat itu ia merasa orang-orang di sekelilingnya memintanya melakukan hal yang tidak diinginkannya.

"Itu rasanya serem banget. Kayak, ini apa sih?" ucapnya.

Sampai akhirnya, Marshanda membuat video marah-marah kepada teman-teman SD-nya yang sempat ramai diperbincangkan.

Baca juga: Perjuangan Marshanda Melawan Bipolar dan Stigma Buruk Masyarakat

Namun menurut Marshanda, video itu dia buat bukan saat sedang marah-marah akibat gejala gangguan mental yang dimilikinya.

Setelah didiagnosis depresi hingga bipolar, bintang sinteron Bidadari itu rutin pergi ke psikiater. Sampai akhirnya ia bisa bangkit kembali menjalani aktivitas seperti biasa dan tetap berkarya hingga saat ini.

Marshanda terbuka kepada publik mengenai penyakit mentalnya karena ingin orang-orang tahu bahwa seorang selebritas bukan orang yang sempurna.

Penulis: Dian MaharaniEditor: Dian Maharani

Artikel Asli